Ini Langkah Pemerintah Hadapi Gelombang Kepulangan WNI dari Suriah dan Irak

Ini Langkah Pemerintah Hadapi Gelombang Kepulangan WNI dari Suriah dan Irak

Rini Friastuti - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 12:54 WIB
Ini Langkah Pemerintah Hadapi Gelombang Kepulangan WNI dari Suriah dan Irak
Wiranto/ Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto tak ingin terlalu menanggapi informasi tentang bergabungnya 53 orang WNI yang baru pulang dari Suriah. Meski begitu pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar hal serupa tak kembali terjadi dan berkembang.

"Kita sudah melakukan langkah serius seperti mengajar WNI yang sudah kembali dari lawatan ke luar negeri yang membantu ISIS ataupun aksi-aksi radikal yang ada di Indonesia," ujar Wiranto di gedung Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (28/10/2016).

Wiranto menilai tak terlalu tepat apabila dia menjelaskan apa saja langkah yang telah dilakukan pemerintah. Namun dia memastikan seluruh instansi terkait telah melakukan tugasnya dengan maksimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu saya sampaikan bahwa kita sudah menangani secara serius dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan berbagai instansi terkait fokus untuk mencegah agar aksi mereka tidak merugikan masyarakat," jelas dia.

"Kita hanya berharap revisi UU terorisme yang digarap di DPR betul-betul memberikan kekuatan baru pada satuan anti teror agar aktif melakukan tugas dengan baik," tutup Wiranto.

Sebelumnya Wiranto mengatakan pemerintah akan melakukan pendekatan khusus (soft approach) bagi WNI yang baru saja pulang dari Suriah dan Irak ini.

"Sejauh ini yang kembali kurang lebih ada 53 dan itu kita lakukan satu pendekatan soft approach ya, pendekatan yang manusiawi, kita mengajak mereka kembali dalam kehidupan yang normal," kata Wiranto 26 Oktober lalu.

Wiranto juga menyiapkan pendekatan lain. Mereka akan 'dinetralkan' kembali. "Kita delete kembali, brain wash yang dilakukan oleh teroris di Suriah, oleh ISIS," ujar dia. (rii/rvk)


Berita Terkait