"Kita sudah melakukan langkah serius seperti mengajar WNI yang sudah kembali dari lawatan ke luar negeri yang membantu ISIS ataupun aksi-aksi radikal yang ada di Indonesia," ujar Wiranto di gedung Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, Jumat (28/10/2016).
Wiranto menilai tak terlalu tepat apabila dia menjelaskan apa saja langkah yang telah dilakukan pemerintah. Namun dia memastikan seluruh instansi terkait telah melakukan tugasnya dengan maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hanya berharap revisi UU terorisme yang digarap di DPR betul-betul memberikan kekuatan baru pada satuan anti teror agar aktif melakukan tugas dengan baik," tutup Wiranto.
Sebelumnya Wiranto mengatakan pemerintah akan melakukan pendekatan khusus (soft approach) bagi WNI yang baru saja pulang dari Suriah dan Irak ini.
"Sejauh ini yang kembali kurang lebih ada 53 dan itu kita lakukan satu pendekatan soft approach ya, pendekatan yang manusiawi, kita mengajak mereka kembali dalam kehidupan yang normal," kata Wiranto 26 Oktober lalu.
Wiranto juga menyiapkan pendekatan lain. Mereka akan 'dinetralkan' kembali. "Kita delete kembali, brain wash yang dilakukan oleh teroris di Suriah, oleh ISIS," ujar dia. (rii/rvk)










































