Selama Oktober, 2 Ribuan WNA Didominasi Warga China Terjaring Razia Imigrasi

Selama Oktober, 2 Ribuan WNA Didominasi Warga China Terjaring Razia Imigrasi

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 12:04 WIB
Selama Oktober, 2 Ribuan WNA Didominasi Warga China Terjaring Razia Imigrasi
Dirjen Imigras/ Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Razia personel imigrasi yang dilakukan Kamis (27/10) menjaring 555 orang asing yang melanggar peraturan izin tinggal dan kelengkapan dokumen. Selama penindakan bulan Oktober, total sudah 2.698 orang asing yang terjaring karena melanggar aturan.

"Sedangkan selama periode Oktober 2016 sampai hari ini telah terjaring 2.698 orang asing dan yang diduga melanggar peraturan keimigrasian terdapat 773 orang asing," ujar Dirjen Imigirasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).

Dari total 773 orang asing yang melanggar, China menempati urutan pertama negara yang warganya paling banyak melakukan pelanggaran yakni sebanyak 207 orang. Kemudian Nigeria 74 orang, dan India 72 orang. Malaysia sebanyak 40 orang berada di bawah Filipina dengan jumlah yang melakukan pelanggaran sebanyak 54 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terhadap orang asing yang melanggar aturan keimigrasian dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian maupun sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian," ucapnya.

Ronny mengatakan, dalam bulan Bhakti Karya Dhika ini pihaknya melakukan pengamanan terkait lalu lintas baik WNA maupun WNI melalui tempat pemeriksaan imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.

Dia menjelaskan, sepanjang bulan oktober 2016 imigrasi telah menolak keberangkatan 117 WNI yang diduga akan bekerja secara ilegal di luar negeri.

"Dari sisi projusticia, orang asing yang telah diajukan ke meja hijau sebanyak 291 orang dimana 115 orang di antaranya adalah warga RRT (China). Dari Jumlah kasus yang masuk, yang telah mendapatkan keputusan tetap (incracht) sebanyak 158 orang," ucap Ronny.

(rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads