Menhan Bicara Pelarian Prajurit ISIS dan WNI yang Pulang dari Suriah

Menhan Bicara Pelarian Prajurit ISIS dan WNI yang Pulang dari Suriah

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 11:49 WIB
Menhan Bicara Pelarian Prajurit ISIS dan WNI yang Pulang dari Suriah
Foto: Lamhot Aritonang/dok detikcom
Denpasar - Australia menyatakan waspada terhadap warga negaranya yang hendak pulang kampung usai kalah perang membela ISIS. Bagaimana dengan Indonesia?

"2-3 Bulan lalu sudah saya sampaikan ada 23 orang yang pulang dari sana (Suriah). 20 Asli orang kita dan yang 3 orang dari Arab," kata Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di Nusa Dua, Bali, Jumat (28/10/2016).

Menurut Ryamizard, penindakan itu sudah termasuk dalam operasi antisipasi gangguan keamanan nasional. Ia pun menilai Indonesia tentu menjadi salah satu negara pelarian prajurit ISIS yang kalah perang, selain Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka dari tempat yang Islam, jadi akan hidup di tempat Islam. Jadi kalau kita mengetahui kegiatan di sana, sudah pasti (pencegahan) nggak masalah," ujar Ryamizard.

Lebih lanjut dijelaskan, pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah terus bekerjasama untuk mengawasi kegiatan WNI yang diketahui pernah menetap di wilayah konflik di Suriah. Sehingga, Menhan menyatakan 80 persen WNI yang pernah ke Suriah telah didata.

"Kita sudah ada agen-agen kita di Turki dan Suriah. Jadi, 80 persen sudah (terpantau)," ucap Ryamizard.

Beberapa pekan lalu, salah satu kota penting ISIS telah dihancurkan. Akibatnya, banyak mantan prajurit ISIS yang melarikan diri ke berbagai negara, terutama Turki dan Eropa. (vid/trw)


Berita Terkait