Pertemuan 2+2, Indonesia-Australia Sepakat Jalin Kerjasama Pertahanan

Pertemuan 2+2, Indonesia-Australia Sepakat Jalin Kerjasama Pertahanan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 11:26 WIB
Pertemuan 2+2, Indonesia-Australia Sepakat Jalin Kerjasama Pertahanan
Pertemuan 2+2 Indonesia dan Australia di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/10/2016). Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Nusa Dua - Indonesia dan Australia sepakat menggelar kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan, bidang maritim. Kedua negara juga sepakat meningkatkan hubungan di tingkat regional dan global.

Pertemuan 2+2 kedua negara itu digelar dalam jamuan makan malam di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Kamis (27/10). Pihak Australia diwakili oleh Menteri Pertahanan Marise Ann Payne dan Menteri Luar Negeri Julie Bishop.

Sementara pihak Indonesia diwakili oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di antaranya kerjasama keamanan kawasan, teroris, kejahatan siber, pasukan perdamaian, industri pertahanan. Itu poin-poin bilateral," jelas Menhan Ryamizard di Hotel Westin, Nusa Dua,Bali, Jumat (28/10/2016).

Menteri Pertahanan Ryamizard RyacuduFoto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu


Dalam bidang pertahanan Ryamizard menyebut kedua negara sepakat untuk mengadakan patroli bersama di perairan Laut Cina Selatan. Ryamizard mengusulkan patroli ini mengusung semangat perdamaian.

"Patroli bersama atau patrol terkoordinasi kalau saya bicara patroli keamanan dan perdamaian jadi tidak ada maksud untuk merusak hubungan, baik-baik saja namanya patroli perdamaian baik-baik saja," jelas dia.

Ryamizard menyebut, patroli bersama itu menjaga pasokan sumber daya laut yang berupa ikan. Menurut dia patroli bersama itu sudah dilakukan pada wilayah barat dan utara Indonesia.

"Di sini juga seperti itu barat dan utara Indonesia sudah kita konkretkan. Masalah keamanan tinggal di timur. Kita juga bicara dengan Australia bagaimana di timur akan patroli bersama. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan membahas (patroli) tapi secara garis besar mereka setuju," tuturnya.

Penanganan teroris juga dibahas dalam pertemuan kali ini. Keduanya sepakat untuk menangkal teroris dengan program deradikalisasi ekstremis dan berbagi data intelijen. Menhan juga mengajak Australia untuk bekerjasama untuk menangkal kejahatan siber.

"Siber selama ini kerjasama antara pasukan, tentara dengan tentara. Itu sudah berjalan dengan baik. Ada yang kita sekolah di tempat dia latihan-latihan juga baik. Saya juga minta kita sudah punya siber yang bagus di pertahanan. Mari kerjasama di bidang siber, karena harus kerjasama di bidang siber," katanya.

Selain isu pertahanan, kedua negara ini juga membahas mengenai komitmen untuk bekerjasama di sektor maritim sebagai mitra. Australia juga siap memberikan bantuan untuk modernisasi pertahanan seperti mengembangkan kendaraan lapis baja dengan desain dari Australia dan disesuaikan untuk kebutuhan TNI.

 Pertemuan 2+2 Indonesia dan Australia di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/10/2016)Foto: Aditya Mardiastuti-detikcom
Pertemuan 2+2 Indonesia dan Australia di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/10/2016)


Tak hanya itu mereka sepakat untuk terus menjaga hubungan baik yang sudah terjalin ini. Dalam kesempatan tersebut Indonesia juga menegaskan kedaulatan negaranya. Jangan sampai muncul gesekan dari negara asing untuk memecah belah NKRI.

"Hubungan Indonesia dengan Australia berjalan baik dan bertambah baik. Ini harus dijaga. Ini sudah saya sampaikan ketika di Austalia kita tidak akan pernah mengganggu atau mencampuri urusan negara lain begitu juga kalau kita diganggu saya akan marah," tegasnya. (ams/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads