Kandidat Pilgub Banten Hari Ini Deklarasi Kampanye Damai, Ini Profilnya

Pilgub Banten 2017

Kandidat Pilgub Banten Hari Ini Deklarasi Kampanye Damai, Ini Profilnya

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 28 Okt 2016 11:11 WIB
Kandidat Pilgub Banten Hari Ini Deklarasi Kampanye Damai, Ini Profilnya
Foto: Dua kandidat Pilgub DKI (Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang - Masa kampanye Pilgub Banten 2017 dimulai hari ini. Kampanye akan dimulai dengan deklarasi damai dua pasangan calon bersama dengan Kepolisian Polda Banten, KPU Banten, Bawaslu dan unsur tokoh masyarakat.

Deklarasi akan dilakukan di halaman Masjid Syekh Nawawi Al-Bantani di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (28/10/2017).

Setelah membacakan deklarasi kampanye damai, pasangan calon beserta parpol dan simpatisan akan berkeliling Kota Serang sebagai pusat Provinsi Banten. Mereka dibatasi masing-masing akan mengendari 60 kendaraan roda empat untuk menyapa masyarakat yang dilintasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu mereka menggelar kampanye masing-masing baik menemui masyarakat, menyebar alat peraga sesuai Peraturan tentang kampanye, atau lainnya yang tak melanggar aturan. Kampanye hingga 11 Februari 2017.

Berikut peta kekuatan dan profil masing-masing kandidat di Pilgub Banten 2017:
Kandidat Pilgub Banten Hari Ini Deklarasi Kampanye Damai, Ini ProfilnyaFoto: Baliho Wahdin-Andika di Banten (Bahtiar Rifa'i (detikcom)

Pasangan Nomor Urut 1, Wahidin-Andika

Wahidin Halim merupakan mantan Walikota Kota Tangerang selama dua periode dari tahun 2003-2013. Lelaki kelahiran tahun 1954 ini pernah mengabdikan diri di lingkungan pemerintahan dimulai dari Kepala Desa Pinang. Ia juga pernah menjadi Camat di Tigaraksa, Ciputat, Kepala Dinas Kebersihan sampai Sekretaris Daerah Kota Tangerang pada tahun 2002.

Karier Wahidin sebagai Walikota Tangerang berjalan lumayan mulus. Ia kemudian bergabung sebagai politisi Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selama menjabat menjadi Walikota, Wahidin membangun program infrastruktur jalan pinggir sungan Cisadane, membangun 221 sekolahan baru, pembangunan 1000 posyandu, hingga memberikan kesehatan gratis kepada setiap warga Kota Tangerang.

"Saya nggak perlu kartu, cukup KTP saja. Cukup menyebut nama saya 3 kali, sudah bisa dirawat dan tidak perlu rujukan atau asuransi," kata Wahidin saat mengunjungi kantor detikcom, Jumat (21/10/2016) menjelaskan program kesehatan yang pernah ia lakukan di Kota Tangerang.

Pada tahun 2012, Wahidin Halim pernah mencoba berkontestasi menjadi cagub Banten. Ia waktu itu berpasangan dengan Irna Narulita politisi dari PPP. Rivalitas kuat Wahidin waktu itu sangat kentara dengan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno.

Jika dihitung secara matematis, Partai Demokrat sebagai pengusung Wahidin hanya memiliki 8 kursi di DPRD dengan suara keseluruhan 474.996 suara. Sedangkan Golkar, jauh diatas Demokrat dengan 15 kursi di DPRD dan jumlah suara total 808.902. Lalu kenapa bukan perwakilan Golkar yang menjadi calon gubernur? Dan kenapa Andika menjadi pilihan Wahidin sebagai wakilnya di Pilkada Banten 2017.

Menurut Wahidin, harus diakui bahwa keluarga keturunan Atut Chosiyah memiliki jaringan kuat khususnya wilayah barat Banten. Andika yang merupakan anak sulung Atut diketahuinya memahami kultur masyrakat di daerah sana. Wahidin terakhir menjadi pimpinan komisi II DPR RI.

Andika Hazrumy sendiri merupakan mantan anggota DPD RI dari Provinsi Banten sampai tahun 2014. Sampai pemilu legistalif 2014, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Andika duduk di Komisi Hukum DPR RI.

Lelaki kelahiran tahun 1985 Bandung ini dikenal masyarakat Banten sebagai anak sulung mantan gubernur Atut Chosiyah. Menduduki posisi strategis terkait kepemudaan seperti Ketua Karang Taruna dan Tagana Provinsi Banten.
Kandidat Pilgub Banten Hari Ini Deklarasi Kampanye Damai, Ini ProfilnyaFoto: Spanduk pasangan Rano-Embay (Bahtiar Rifa'i (detikcom)

Pasangan Nomor Urut 2, Rano-Embay

Secara definitif, Rano Karno menjabat sebagai gubernur pada Agustus 2015. Sebelumnya ia adalah wakil dari Atut Chosiyah yang tersandung kasus korupsi di Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Atut didakwa menyuap Pimpinan Mahkamah Konstitusi Akil Mukhtar sebesar 1 miliar rupiah.

Di saat masa-masa transisi kepemimpinan Banten, Rano mengaku kesulitan apalagi ada kasus di KPK terkait gubernur lama. Praktis, Rano hanya menjabat sebagai gubernur selama satu setengah tahun.

Untuk antisipasi agar Banten keluar dari provinsi yang rawan korupsi, dalam satu setengah tahun masa jabatannya tersebut Rano kemudian menggandeng Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) datang ke Banten.

Pada 11 Oktober 2016 lalu, dalam penyusunan Rancangan Teknokratis Pembangunan Jangka Menengah Daerah Banten (RPJMD) tahun 2017-2022 ia mengundang KPK sebagai pemantau kebijakan pembangunan.

Kesepakatan antara KPK dan Provinsi Banten ini sebetulnya dimulai pada 12 April 2016. Rano Karno dan KPK membuat komitmen bersama terkait pencegahan korupsi yang dituangkan dalam 10 Komitmen Bersama antara KPK dan seluruh pemerintah daerah seprovinsi Banten.

Selama menjabat sebagai wakil gubernur, Rano Karno awalnya memfokuskan diri dalam hal pengembangan pariwisata, seni dan budaya di Banten. Provinsi ini kemudian memiliki museum begitu Rano datang ke Banten. Di sektor pariwisata, provinsi ini kemudian terkenal dengan daerah-daerah yang eksotis seperti Sawarna, Tanjung Lesung dan wisata Masyarakat Adat Baduy.

Begitu menjabat sebagai gubernur definitif, Rano Karno kemudian didukung oleh pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Beberapa kali Presiden Jokowi datang ke Banten untuk menghadiri acara-acara atas undangan Rano Karno.

Akibat dukungan dari pemerintah pusat, menurut Rano, target investasi nasional sebesar 50 triliun terlewati. Investasi semenjak ia menjabat melambung sampai 150 triliun di seluruh Provinsi Banten.

Selain itu, 12 proyek nasional menurut Rano juga diberikan oleh pemerintah pusat kepada provinsi kelahiran para Jawara ini. Termasuk rencana pembangunan tol Serang-Panimbang.

"Insya Allah 2017 akan ground breaking tol Serang-Panimbang bulan Februari. Pada 2018 akan terasa perbedaan di provinsi Banten termasuk pariwisata," ujar Rano saat melakukan perpisahan dengan pelaku seni dan budaya di Banten, Kamis (27/10/2016).

Calon wakil gubernur yang mendampingi Rano, Embay Mulya Syarief merupakan tokoh ulama di Banten. Ia merupakan salah satu tokoh perjuangan Provinsi Banten lepas dari Jawa Barat.

Di Banten, Embay merupakan ulama yang disegani. Sebelum dipilih sebagai calon wakil gubernur, Embay merupakan salah satu tokoh yang dikenal sebagai Jawara Putih.

Ia pernah membuat program Gerakan Pendirian Seribu Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) di Provinsi Banten. Menjadi salah satu unsur ketua Majelis Ulama Provinsi Banten dan pernah menjabat sebagai komisaris di Krakatau Steel (KS). Di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Embay menjabat sebagai Dewan Syariah partai.

(bri/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads