DetikNews
Jumat 28 Oktober 2016, 07:24 WIB

Gloria Paskibraka: Saya Ingin Jadi Presiden Republik Indonesia

Bartanius Dony - detikNews
Gloria Paskibraka: Saya Ingin Jadi Presiden Republik Indonesia Foto: Ikhwanul Habibi/detikcom
FOKUS BERITA: Semangat Sumpah Pemuda
Palangkaraya - Masih ingat dengan anggota Paskibraka Gloria Natapradja Hamel? Ternyata Gloria yang keturunan Indonesia-Prancis itu punya cita-cita tinggi.

Cerita tentang cita-cita itu diawali dengan acara jamuan makan malam di Istana Isen Mulang yang dihadiri Menpora Imam Nahrawi. Setelah jamuan makan malam tersebut, ia yang didampingi Gloria Natapradja Hamel sempat bertanya tentang cita-cita.
Gloria Paskibraka: Saya Ingin Jadi Presiden Republik IndonesiaFoto: Bartanius Dony/detikcom

"Siap, presiden!" jawab singkat anggota puna Paskibraka 2016 tersebut di Istana Isen Mulang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis malam (27/10/2016).

"Siap jadi presiden apa?" Seloroh Imam Nahrawi diikuti tertawa kecil hadirin.

"Jadi Presiden Republik Indonesia," tegas gadis berusia 16 tahun yang kemudian diiringi tepuk tangan meriah lebih dari 1.500 pemuda dari selurih provinsi di Indonesia.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Imam Nahrawi mempersilahkan Gloria menceritakan kisahnya terkait permasalahan kewarganegaraan yang sempat membelitnya.

Siswa SMA Dian Didaktika tersebut menceritakan detik-detik sesaat sebelum ia akhirnya harus ditinggal teman-temannya ke Istana untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

"Saya rasa menangis adalah reaksi yang wajar saat itu," ucap Gloria. Akan tetapi setelah ia ditemui oleh Imam Nahrawi, semangatnya kembali ada. Imam Nahrawi saat itu memberikan sebuah perjanjian, bahwa jadi atau tidaknya Gloria mengibarkan bendera, keputusan itu harus diterima.

"Saya sempat bertanya, 'Glo, kamu marah gak? Kecewa gak?' dia menjawab 'tidak pak menteri' dia optimistis bahwa ini adalah awal kesuksesannya," ujar Imam Nahrawi menceritakan kejadian menjelang upacara 17 Agustus 2016 lalu.

Kemudian, lanjut Imam, terjadi disuksi panjang di Istana yang akhirnya memperbolehkan Gloria tampil dalam upacara penurunan bendera saat sore hari di Istana Negara.

Di akhir ceritanya kepada pemuda di Palangkaraya, Gloria berpesan bahwa masa depan negara ini ada di tangan pemuda.

"Baik atau buruknya negara kita ada di tangan kita. Kita harus belajar, harus berkontribusi terhadap negara," tegas Gloria yang saat ini diangkat menjadi duta Kemenpora.


(bag/bag)
FOKUS BERITA: Semangat Sumpah Pemuda
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed