Nyaris Karam, Kapal Bayanohi Ditemukan, Penumpang Selamat

Nyaris Karam, Kapal Bayanohi Ditemukan, Penumpang Selamat

- detikNews
Minggu, 03 Apr 2005 12:12 WIB
Gunung Sitoli - Kapal Bayanohi yang memuat bantuan dari LSM Jerman untuk korban gempa Nias yang sempat dikabarkan hilang, akhirnya ditemukan. Kapal yang membawa 2 awak dan empat penumpang ini nyaris karam. Semua awak dan penumpang ditemukan selamat. Kapal ditemukan dan diselamatkan oleh Kapal Citra Semangat pada Sabtu (2/4/2005) pukul 19.00 WIB. Kapal Bayanohi ditemukan berada sekitar 3 mil arah timur laut Sibolga. Saat ditemukan, kapal nyaris karam. Bahkan, untuk mencegah agar kapal tidak karam, sekitar 3 ton dari 6 ton bantuan itu dihanyutkan ke laut, untuk mengurani beban kapal. Setelah bertemu dengan Kapal Citra Semangat, Kapal Bayanohi itu kemudian ditarik ke Pulau Mursala. Setelah itu, kapal Bayanohi ditarik ke Sibolga. Kapal itu baru sampai di Sibolga sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (3/4/2005). Semua awak dan penumpang selamat. Sebelumnya, kapal yang memuat bantuan dari LSM Jerman untuk korban Nias seberat 6 ton itu berangkat dari Sibolga menuju Nias sekitar pukul 20.00 WIB, Jumat (1/4/2005). Bantuan itu berupa beras, air mineral, biskuit, dan lain-lain. Sekitar pukul 24.00 WIB, kapal itu apes. Mesinnya mati. Karena itu, kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan. Seharusnya, jarak Sibolga-Gung Sitoli, Nias bisa ditempuh kapal selama 10 jam. Namun, sampai Sabtu (2/4/2005) pagi, kapal ini masih terombang-ambing di luat dan dinyatakan hilang. Buyung (32), warga Medan yang menjadi salah satu penumpang di kapal itu menceritakan, mesin kapal mati saat berada sekitar 3 mil dari Pulau Mursala. Setelah beberapa jam mesin kapal mati, akhirnya air laut mulai memasuki kapal itu. Mesin pun terendam. Saat itu, kata dia, awak kapal mencoba mengaktifkan radio komunikasi untuk meminta bantuan. Namun, radio komunikasi pun rusak. Akhirnya radio komunikasi dicoba untuk terus diperbaiki. Sementara awak yang lain mencoba memperbaiki mesin. Di saat itu, para penumpang berusaha menguras air di kapal dengan cara manual, dengan embar dan gayung. Hingga pukul 02.00 WIB, mesin kapal masih tidak bisa hidup. Kapal pun terombang-ambing di laut lepas tak tentu arah. Pukul 03.00 WIB, para awak dan penumpang makin panik, karena mesin masih mati dan radio panggil juga masih belum bisa dibetulkan. Akhirnya, kata Buyung, dirinya mencoba ikut memperbaiki radio panggil itu. "Ternyata masalahnya ada bagian baterai. Saat itu kebetulan masih ada baterai pengganti. Setelah diganti, radio panggil itu pun bisa menyala kembali. Sinyal SOS pun dikirimkan," ujar Buyung.Saat itu, air laut laut yang masuk ke kapal makin banyak. Posisi kapal pun sudah tidak normal, nyaris karam. "Untuk mengurani beban kapal, terpaksa bantuan seberat 3 ton dibuang ke luat. Kita buang separohnya," kata Buyung. Tidak berapa lama kemudian, sinyal SOS kapal Bayonohi diterima oleh Kapal Linggar Jati yang sedang berada di Teluk Dalam, Nias Selatan. Namun, saat menerima respons dari Kapal Linggar Jati, Kapal Bayanohi sudah tidak dalam posisi semula. Posisi kapal sudah melenceng jauh. Kapal Linggar Jati tidak berhasil memberikan pertolongan. Setelah itu, kapal terus terombang-ambing di tengah laut dengan posisi yang nyaris karam. Dan sekitar pukul 18.00 WIB, awak Kapal Bayanohi mendapatkan respons komunikasi dari Kapal Citra Semangat. Saat itu, posisi kedua kapal itu agak berdekatan. Dan sekitar pukul 19.00 WIB, Kapal Citra Semangat berhasil menemukan Kapal Bayanohi itu. (asy/)


Berita Terkait