"Hasil autopsi sudah keluar, ditemukan ada pendarahan di mata kanannya dan memar di sekitar mata," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi setiyono kepada detikcom, Kamis (27/10/2016).
Selain itu, hasil autopsi juga menunjukkan adanya retakan pada bagian dasar otak di pelipis kanan. Dengan adanya hasil autopsi tersebut, diduga kuat kematian korban akibat penganiyaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penganiayaan terhadap korban ini. Polisi juga telah memeriksa ibu tiri korban.
Sebelumnya, Dafa tewas pada tanggal 20 Oktober lalu di Rumah Sakit Sari Asih. Korban sebelumnya pernah curhat kepada wali kelas bahwa dia dianiaya oleh ibu tirinya. (mei/miq)











































