Kapolda Perintahkan Penyebar Provokasi Pilkada DKI di Medsos Ditangkap

Kapolda Perintahkan Penyebar Provokasi Pilkada DKI di Medsos Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 27 Okt 2016 16:34 WIB
Kapolda Perintahkan Penyebar Provokasi Pilkada DKI di Medsos Ditangkap
Foto: Kapolda Metro Jaya M Iriawan (Grandyos Zafna/detikfoto)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menginstruksikan kepada jajarannya untuk memantau media sosial selama Pilkada DKI. Iriawan memerintahkan kepada jajaran untuk menangkap penyebar provokasi.

"Kalau sudah parah tidak hanya dibina tapi tegakan hukum supaya jadi pembelajaran. Contoh berita hoax Kapolri itu ramai dan sudah tertangkap," tegas Irjen Iriawan dalam silaturahmi Kapolda Metro Jaya dengan parpol dan Timses Cagub dan Cawagub DKI di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Polda Metro Jaya juga membentuk tim patroli di dunia maya untuk mengawasi akun-akun media sosial selama penyelenggaraan Pilkada DKI. Segala bentuk provokasi di medsos berkaitan dengab Pilkada DKI akan ditindak tegas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas perintah Kapolda, kami telah membentuk patroli cyber khusus Pilkada untuk menjaga marwah demokrasi," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran.

Fadil mengatakan, tim khusus ini memiliki kompetensi dalam bidang IT dan tidak perlu diragukan lagi keahliannya. Fadil mencontohkan dalam kasus videotron porno, pihaknya berhasil menangkap pelakunya selama 1x24 jam.

"Saya ingin mengunbau timses juga untuk menjaga marwah demokrasi, semua punya hak menyampaikan pendapat termasuk melalui medsos. Mari kita bersama sama menjaga marwah demokrasi di dunia maya," jelas Fadil.

Sementara Tim Media Pemenangan Ahok-Djarot, Wibi Andrino berharap tim cyber Polda Metro Jaya lebih proaktif dalam mengawasi medsos terkait Pilkada DKI. Timnya sendiri memikiki tim khusus untuk mengawasi medsos yang berpotensi melakukan black campaign hingga provokasi.

"Bila ada potensi harus kita laporkan dan tidak dilanjuti. Jadi tidak hanya di darat tapi melalui media, karena itu sangat berbahaya karwna sistematis, terukur dan masif," ungkap Wibi.

Sementara tim media pasangan calon Anies-Uno, Naufal Firman mendukung Pilkada aman baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

(mei/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads