Sentilan untuk Ahok itu disampaikan terkait penertiban peredaran narkoba di Jakarta. Buwas awalnya berkisah bagaimana dia mendapat dukungan dari Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk menutup tempat hiburan malam jika terbukti ada praktik peredaran narkoba.
Karena mendapat dukungan dari Ahok, BNN pun semangat melakukan operasi di tempat hiburan malam. Dan BNN berhasil menangkap adanya peredaran barang terlarang itu. Namun kenyataan janji Ahok tidak terbukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: BNN Minta Ahok Berani Tutup Tempat Hiburan yang Terbukti Jual Narkoba
BNN, kata Buwas, tentu merasa kecewa karena Pemprov DKI Jakarta tidak menutup tempat hiburan malam yang terbukti menjadi lokasi peredaran narkoba.
"Alasannya ada kaitannya dengan ini itu, kan sama saja. Saya bilang kepadanya, ada peraturan daerah (perda). Saya sudah siapkan 50 ekor anjing pelacak untuk melacak. K-9 kita hebat lho," tegas Buwas.
Di hari yang sama, Buwas sebelumnya mengungkapkan keluhan tentang Anies. Curhat Buwas itu terkait sarana untuk menyampaikan informasi ke publik mengenai bahaya narkoba. Salah satunya yakni buku yang dibuat khusus mengenai bahaya narkoba agar dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah tahun 2016 ini.
"Terus terang, produk saya banyak. Bahkan, mohon izin juga kepada Menko Polhukam (Wiranto) bahwa kami sudah membuat buku untuk dimasukkan ke kurikulum, SD, SMP, SMA, semenjak saya tiga bulan jadi Kepala BNN. Dan sudah saya serahkan ke Mendikbud yang lama dan Menteri PMK. Tapi 2016 ternyata tidak masuk ke dalam kurikulum," kata Buwas.
Baca Juga: Curhat Buwas yang Bikin Anies Baswedan Keheranan
Hal ini disampaikan Buwas di hadapan Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016). Saat ditanya secara terpisah terkait bukunya yang tidak dimasukkan dalam kurikulum, Buwas mengaku sangat menyayangkan. Padahal dia ingin informasi mengenai bahaya narkoba bisa sampai di setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
"Sudah saya usulkan, dia (mantan Mendikbud Anies Baswedan) bilang iya, iya, tapi tidak juga direalisasikan," kata Buwas.
Sebenarnya, adakah kaitan antara sentilan-sentilan ini dengan momen menjelang kampanye Pilgub DKI 2017?
(imk/fjp)











































