JK punya momen bersama cagub DKI Anies Baswedan dan cawagub DKI Sylviana Murni saat menghadiri peringatan HUT ke-50 KAHMI. Saat itu, Rabu (28/9/2016), JK menyalami para tokoh yang ada termasuk Anies dan Sylviana.
"Nah, ini dia. Foto dulu," ajak JK kepada Anies dan Sylviana Murni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sambutan, JK menyampaikan kebahagiaannya karena banyak alumni HMI yang berkontribusi untuk bangsa. Nama dua pesaing di Pilgub DKI itu pun disebut.
"Di sini ada dua, Anies Baswedan dan Sylviana. Mau menyebut yang mana saja, boleh. Yang terpenting kebersamaan kita dalam semangat pengabdian, itulah yang persatukan kita di sini bukan karena kita beda beda memang di situ kekuatan KAHMI," kata JK.
Menurut JK, kader HMI bisa bekerja dalam tim atau pun sendiri-sendiri. Para alumninya pun banyak menjadi petinggi partai-partai besar.
"Kita yang hadir di sini sama dengan gubernur DKI pokoknya pilih saja, mudah-mudahan salah satunya lah," ungkap JK.
Sebulan berselang, 6 orang bakal cagub dan cawagub sudah resmi ditetapkan sebagai calon. Termasuk Ahok yang harus cuti untuk kampanye dan posisinya sebagai gubernur diisi oleh Plt.
Setelah pelantikan Plt di Kemendagri, Ahok ternyata menuju Kantor Wapres pada Rabu (26/10/2016). Dalam pertemuan itu, Ahok mendapatkan pesan agar tidak membuat pernyataan yang kontroversional.
"Nasihat itu mirip-mirip lah ya, jangan banyak ngomong lah," ujar Ahok di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).
Baca Juga: Usai Bertemu JK, Ahok : Dipesan Jangan Banyak Ngomong
Pertemuan Ahok dan JK berlangsung selama 30 menit dan tertutup. Ahok mengaku telah mengenal lama sosok JK, bahkan semasa dirinya masih menjadi kader Golkar.
"Masuk DPR RI sama beliau, banyak orang gak tau yang masukin saya jadi caleg dari Bangka Belitung itu JK," terangnya.
Nah, sebenarnya JK sudah sempat angkat bicara soal Pilgub DKI 2017 sebelum berinteraksi dengan 3 calon pemimpin ini. Saat itu, 3 pasangan calon yaitu Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandiaga sudah mendaftar ke KPU.
"Yang pertama kita harus hormati demokrasi, karena itu masyarakat kita demokratis tapi juga semua orang wise (bijaksana) berbicara karena ini kan ada aksi ada reaksi. Kalau ada calon bicara kasar, maka dibalas bicara kasar, timbul konflik," kata JK di sela acara di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Jumat (23/9/2016). (imk/fjp)











































