"Saya ke Yogya, karena besok sudah mulai masa kampanye di Jakarta. Hari terakhir sebelum masa kampanye, saya perlu kembali ke Yogya untuk mengunjungi ibu. Saya pulang ke rumah untuk minta doa restu pada ibu," kata Anies kepada wartawan seusai nyekar di makam Pangsar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (27/10/2016).
Anies mengatakan dirinya juga datang ke makam Pangsar Jenderal Sudirman karena keteladanannya saat berjuang. Bagis Anies sendiri, TMP Kusumanegara adalah tempat yang tidak asing. Saat bersekolah di Yogyakarta mulai dari SD, SMP dan SMA, dia sering menggelar berbagai kegiatan di TMP Kusumanegara di Semaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kepemimpinan Sudirman saat itu adalah orang yang sopan, hormat kepada orang lain, halus tutur katanya dan bersahaja namun tegas.
"Beliau orang yang bersahaja dan bisa menjadi inspirasi kita semua. Kalau dilihat background beliau adalah seorang pendidik," katanya.
Anies kemudian menceritakan bila keluarga Sudirman punya hubungan dekat dengan keluarga AR Baswedan kakeknya. Ibu Sudirman adalah teman neneknya selama tinggal di Yogyakarta.
"Pak Dirman dan kakek sama-sama pejuang. Pak Dirman wafat di usai muda, tapi persahabatan Bu Dirman dengan nenek terus berjalan. Usia mereka tidak jauh selisihnya. Saya ingat beberapa kali mengantar nenek ke rumah Bu Dirman," tutur Anies. (bgs/erd)











































