ADVERTISEMENT

Panasnya Pilgub DKI

Curhat Buwas yang Bikin Anies Baswedan Keheranan

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 27 Okt 2016 11:35 WIB
Foto: Ilustrator Edi Wahyono
Jakarta - Tak ada angin tak ada hujan, Kepala BNN Komjen Budi Waseso curhat soal mantan Mendikbud, Anies Baswedan. Tanda tanya pun datang dari Anies yang kini merupakan calon gubernur DKI Jakarta.

Curhat Buwas itu terkait sarana untuk menyampaikan informasi ke publik mengenai bahaya narkoba. Salah satunya yakni buku yang dibuat khusus mengenai bahaya narkoba agar dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah tahun 2016 ini.

"Terus terang, produk saya banyak. Bahkan, mohon izin juga kepada Menko Polhukam (Wiranto) bahwa kami sudah membuat buku untuk dimasukkan ke kurikulum, SD, SMP, SMA, semenjak saya tiga bulan jadi Kepala BNN. Dan sudah saya serahkan ke Mendikbud yang lama dan Menteri PMK. Tapi 2016 ternyata tidak masuk ke dalam kurikulum," kata Buwas.

Curhat Buwas yang Bikin Anies Baswedan KeherananFoto: Lamhot Aritonang


Hal ini disampaikan Buwas di hadapan Menko Polhukam Wiranto dan Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016). Saat ditanya secara terpisah terkait bukunya yang tidak dimasukkan dalam kurikulum, Buwas mengaku sangat menyayangkan. Padahal dia ingin informasi mengenai bahaya narkoba bisa sampai di setiap lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

"Sudah saya usulkan, dia (mantan Mendikbud Anies Baswedan) bilang iya, iya, tapi tidak juga direalisasikan," kata Buwas.

Curhat Buwas itu membuat Anies heran. Alasannya, keluhan tersebut baru datang setelah Anies ditetapkan sebagai cagub dan akan masuk masa kampanye.

"Jadi saya heran mendengar kata-kata beliau. Apalagi di musim Pilkada begini. Ada apa ya, kok tumben tahu-tahu ada statemen satu hari sesudah pengambilan nomor urut?" kata Anies usai menghadiri acara penyantunan anak yatim di Masjid Jami Al Abidin, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (26/10/2016) malam.

Pertanyaan yang sama juga datang dari tim sukses Anies di Pilgub DKI, Mardani Alisera. Apalagi, keluhan itu datang tanpa ada background apa-apa.

"Yang pertama publik dengan mudah bisa lihat komentar ini pada masa pilkada tanpa ada background, tersampaikan kepada publik kok tiba-tiba ada keluhan. Monggo publik yang menilai," kata Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (26/10/2016) malam.

MardaniFoto: Ari Saputra
Mardani


Mardani menambahkan, Tim Anies-Sandi konsisten menjadikan Pilgub DKI sebagai festival gagasan. Ia pun berharap seluruh elemen juga ikut mengutamakan kampanye damai.

"Kalau buat saya pilgub DKI ini jadi kontes bukan pembunuhan karakter. Ini bukan tentang keburukan yang satu dengan yang lain, ini soal festival karya, festival gagasan, festival kinerja," ungkapnya.

Keheranan tersebut pun masih menjadi tanda tanya. Ada apa di balik keluhan Buwas soal Anies?

(imk/erd)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT