ADVERTISEMENT

Sidang Vonis Jessica

Jessica Divonis 20 Tahun Penjara

Nur Khafifah - detikNews
Kamis, 27 Okt 2016 10:01 WIB
18:47

Arief: Mirna Tidak akan Pernah Kembali

Suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko tak puas dengan hukuman 20 tahun penjara untuk Jessica Kumala Wongso. Menurut Arief, berapa pun vonis untuk Jessica, Mirna tidak akan pernah bisa kembali.

"Kalau dibilang puas kami tidak puas, karena Mirna tidak akan pernah kembali. Jaksa kan 20 tahun, yang dikabulkan 20 tahun, artinya hakim sudah yakin Jessica lah pembunuhnya," kata Arief usai persidangan.

Ditanya apakah kecewa, tidak juga jawab Arief. Ia hanya merasa 'kosong' karena vonis 20 tahun Jessica tak akan berdampak apapun terhadap kematian Mirna.

"Bukan kecewa, karena perasaan itu kosong, karena Mirna sudah tidak ada, berapa pun Jessica dihukum, ya Mirna tetap tidak ada," tutur Arief.

"Keluarga tidak akan pernah bilang itu adil. Itu dilakukan terhadap temannya sendiri menggunakan racun Sianida. Dan tidak ada yang meringankan sama sekali," lanjutnya.

18:42

Jessica Tersenyum, Ayah Mirna: Dia Ketawa, Hidupnya Puas Banget

Jessica Kumala Wongso sempat tersenyum usai divonis 20 tahun penjara karena terbukti membunuh Wayan Mirna Salihin. Ayah Mirna pun tak habis pikir Jessica bisa tersenyum meski sudah dinyatakan bersalah.

"Lihat saja tadi dia ketawa-ketawa, kayaknya hidupnya puas banget itu. Enggak ada penyesalan atau nangis, itu orang luar biasa banget," ujar ayah Mirna, Darmawan Salihin usai sidang.

Menurut Darmawan, yang terpenting adalah Jessica dinyatakan terbukti membunuh Mirna. Dia tidak peduli berapa pun lama hukuman yang dijatuhi ke Jessica. "Buat saya tidak penting 20 tahun atau 100 tahun atau sampai mati. Kita tidak berhak menghukum orang, yang berhak itu Allah," ucapnya.

Lantas, apakah hukuman kepada Jessica menurut Darmawan sudah adil?

"Adil atau enggak adil itu relatif ya, kita harus hormati hukum," jawab Darmawan.

18:04

Jessica Tersenyum Lepas Usai Divonis 20 Tahun Penjara

Jessica Kumala Wongso dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh Wayan Mirna Salihin dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Usai dijatuhi hukuman, Jessica tetap bisa tersenyum lepas.

Jessica terlihat tenang saat fakta-fakta dan amar putusan dibacakan oleh majelis hakim. Saat hukuman 20 tahun penjara dibacakan, tak tampak perubahan gesture yang mencolok dari Jessica.

"Menurut saya putusan ini sangat tidak adil dan memihak," ujar Jessica menanggapi putusan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Usai persidangan Jessica lantas mendekat ke arah tim pengacaranya. Dia sempat berbincang dan tersenyum sebelum dibawa keluar ruang sidang,

17:16

Alasan Hakim Vonis Jessica 20 Tahun: Perbuatannya Keji dan Sadis

Jessica Kumala Wongso dihukum 20 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin. Perbuatan Jessica disebut keji dan sadis karena meracuni Mirna dengan racun sianida.

"Akibat perbuatan terdakwa, telah mengakibatkan korban Wayan Mirna Salihin telah meninggal dunia," ujar Hakim Ketua Kisworo membacakan pertimbangan hal yang memberatkan dalam putusan Jessica di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

"Dua, perbuatan terdakwa adalah keji dan sadis tersebut dilakukan terhadap teman terdakwa sendiri," imbuh Kisworo.

Jessica juga tidak menyesal atas perbuatannya membunuh Mirna. Selain itu, Jessica menurut Majelis Hakim tidak mengakui perbuatannya sendiri.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa masih berusia muda diharapkan masih bisa memperbaiki diri di masa depan," kata Hakim Kisworo.

17:06

Otto: Secara Tegas Kami Nyatakan Banding

Majelis Hakim memvonis Jessica Kumala Wongso dengan 20 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Atas putusan tersebut, kuasa hukum Jessica menyatakan banding.

"Karena putusan ini tidak berpihak, ada lonceng kematian di pengadilan. Maka dengan ini kami tegas menyatakan banding," ujar kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan.

Otto juga menilai putusan hakim tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan oleh pihaknya secara lengkap. Otto mengaku prihatin dengan putusan hakim tersebut.

"Setelah mendengar putusan majelis hakim tadi, terus terang kami prihatin dan kecewa karena sama sekali tidak mempertimbangkan semua secara lengkap terutama bukti B4," paparnya.

Otto juga kecewa karena majelis hakim menyerang secara pribadi Jessica dan profesi advokat. "Tidak pantas seorang hakim berkata kata seperti itu. Kami akan sampaikan di sidang berikutnya," imbuh Otto tanpa menjelaskan detil.

17:01

Jessica: Saya Tidak Terima Divonis 20 Tahun

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum Jessica Kumala Wongso dengan hukuman 20 tahun penjara karena terbukti membunuh Wayan Mirna Salihin dengan berencana. Jessica tidak terima dengan putusan hakim.

"Saya tidak terima dengan keputusan ini karena tidak adil dan sangat berpihak. Sikap saya selanjutnya akan saya serahkan ke penasihat hukum," kata Jessica di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

16:57

Jessica Dihukum 20 Tahun Penjara

Jessica Kumala Wongso dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Jessica terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin.

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Jessica Kumala Wongso telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana," kata Hakim Ketua, Kisworo membacakan amar putusan di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

"Menjatuhkan pidana 20 tahun penjara dikurangi masa tahanan," tegas Kisworo.

16:52

Soal Tangisan Jessica, Hakim: Tidak Tulus dan Sandiwara

Hakim Binsar Gultom masih membacakan pertimbangan majelis dalam sidang vonis kasus pembunuhan Mirna Salihin. Majelis Hakim menilai tangisan Jessica Kumala Wongso saat membacakan pledoi merupakan sandiwara.

"Majelis hakim menilai apakah itu sungguh tulus atau tidak, majelis memandang tangisan itu tidak tulus dari hati yang mendalam. Hanya sandiwara yang sudah diketahui terdakwa," ujar Hakim Binsar Gultom.

Sidang sempat riuh ketika hakim membacakan soal tangisan Jessica tersebut. Kemudian hakim meminta pengunjung sidang tetap tenang dan memperhatikan pembacaan pertimbangan majelis.

Hakim Binsar juga menjelaskan bahwa selama membacakan pledoi, Jessica tidak terlihat meneteskan air mata meski terisak-isak. Apalagi saat itu Jessica juga tidak terlihat memegang tisu untuk mengelap wajahnya.

"Tangisan saat pembacaan pledoi, tidak sedikit pun meneteskan air mata dan ingus. Tidak tampak air mata dilengannya, apalagi tidak tampak tisu ditangan untuk mengelapnya," ungkap Binsar.

16:51

Pertimbangan Hakim: Jessica Terbukti Melakukan Pembunuhan Berencana

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin. Keyakinan majelis hakim itu berdasarkan berbagai pertimbangan dan fakta yang terungkap selama persidangan.

"Majelis hakim menilai terdakwa secara sah dan meyakinkan memenuhi seluruh unsur dakwaan jaksa penuntut umum pada Pasal 340 KHUP," kata Hakim Binsar Gultom membacakan pertimbangan di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat , Kamis (27/10/2016).

Binsar menjelaskan, ada 4 unsur yang harus dipenuhi untuk menyatakan seorang terdakwa telah melakukan pembunuhan berencana. 4 unsur itu yakni, barang siapa, dengan sengaja, direncanakan lebih dahulu, merampas nyawa orang lain. Hakim berpandangan keempat unsur itu telah terpenuhi.

Saat ini, hakim masih membacakan pertimbangan hukum. Hakim belum sampai pada pembacaan kesimpulan.

16:23

Hakim: Semua Unsur Pembunuhan Berencana Terpenuhi

Majelis hakim persidangan Jessica Kumala Wongso menyatakan tiga unsur perbuatan pidana Jessica Kumala Wongso terpenuhi. Hakim Binsar Gultom mengatakan, unsur barang siapa, unsur sengaja dan direncanakan telah terpenuhi oleh Jessica Kumala Wongso.

"Menyatakan unsur barang siapa telah secara sah terpenuhi," ujar hakim Binsar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur Besar Raya, Kamis (27/10/2016).

Unsur barang siapa terpenuhi karena majelis hakim menyatakan Jessica iri hati dengan kebahagiaan Mirna yang berkeluarga dengan Arief. Jessica juga dianggap hakim dendam dengan Mirna karena pernah disakiti.

Untuk disengaja, hakim Binsar berpendapat, kedatangan Jessica ke Indonesia bukanlah dalam rangka liburan melainkan dalam kondisi psikologi terganggu. Sehingga hakim berpendapat, karena kondisi sakit hati melihat kebahagiaan Mirna, Jessica mengajak Mirna dan Hani bertemu dan sudah memiliki niat jahat.

"Terdakwa mempunyai niat jahat untuk melukai korban akan perbuatan sahabatnya sendiri. Unsur disengaja dinyatakan telah sah terpenuhi," sambung Binsar.

Sedangkan untuk unsur direncanakan, hakim Binsar mengatakan, hal itu terpenuhi karena Jessica sudah menyiapkan segalanya sebelum pertemuan di Kafe Olivier 6 Januari. Apalagi Jessica sempat menolak ketika disuruh Hani untuk mencicipi kopi yang telah diminum Mirna.

Hakim juga berpendapat Jessica merupakan orang yang paling berpotensi besar menaruh racun di dalam kopi Mirna.

"Menyatakan unsur direncanakan telah sah terpenuhi," ucap Binsar.

16:19

Jessica Rencanakan Pembunuhan Mirna

Berdasarkan berbagai fakta yang terungkap di persidangan, majelis hakim yakin Jessica Kumala Wongso telah membunuh Wayan Mirna Salihin. Hakim juga menilai, Jessica telah merencanakan untuk membunuh Mirna.

"Majelis hakim menilai dan mempertimbangkan, terdakwa telah sengaja merencanakan waktu yang tenang untuk datang lebih dahulu ke Kafe Olivier dengan alasan agar tidak terkena macet," kata Hakim Binsar Gultom membacakan pertimbangan hukum di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Binsar menjelaskan, berbagai fakta meyakinkan bahwa Jessica telah melakukan pembunuhan berencana. Hal itu terlihat dari apa yang terekam dari CCTV di Kafe Olivier.

"Dia merencanakan tempat duduk, memilih yang terhindar CCTV. Hingga akhirnya memesan Vic 1 gelas tanpa makanan pendamping. Terdakwa juga close bill sebelum Mirna datang," jelas Binsar.

"Bukti perencanaan ini, ketika ada keterangan saksi kembaran korban dan menyatakan 'lihat muka Mirna sudah tenang'. Dari pertimbangan ini sudah ada unsur perencanaan," ungkap Binsar.

Sehingga, berdasarkan berbagai pertimbangan, hakim menilai Jessica secara sah dan meyakinkan telah berencana membunuh Mirna.

"Pertemuan itu sengaja diskenariokan oleh terdakwa. Terdakwa terbukti merencanakan dengan niat jahat untuk mematikan Mirna dengan minuman VIC," tegas Binsar.

16:12

Hakim Yakin Jessica yang Memasukkan Racun ke Kopi Mirna

Majelis Hakim yakin bahwa yang memasukan racun siandia di kopi Mirna adalah Jessica Wongso. Hal itu dilihat dari berbagai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

"Majelis hakim berkeyakinan yang memasukkan racun tersebut adalah terdakwa Jessica," ujar Hakim Binsar Gultom.

Majelis sebelumnya telah mengelompokkan 3 kelompok yang diduga memasukan racun ke kopi Mirna. Pertama adalah pihak restoran Olivier, kedua penyidik polisi yang memeriksa barang bukti dan ketiga adalah pihak pemesan kopi, yakni Jessica.

"Antara kelompok ini sama-sama berpeluang memasukan sianida, tapi ada batas-batas," kata Binsar.

15:41

Hakim Binsar: Jessica Sengaja Membunuh Mirna

Majelis hakim PN Jakarta Pusat yang menyidangkan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin sepakat bahwa terdakwa Jessica Kumala Wongso sengaja membunuh temannya itu. Beberapa fakta persidangan memperkuat pertimbangan hakim.

"Unsur dengan sengaja telah terpenuhi dengan sah dan meyakinkan," kata Hakim Binsar Gultom di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Berbagai fakta hukum yang menjadi alasan hakim menyatakan Jessica sengaja membunuh Mirna antara lain fakta bahwa Jessica sengaja memesankan Vietnamese Ice Coffe untuk Mirna di Kafe Olivier. Selain itu, Jessica juga hanya memesankan minuman untuk Mirna, padahal saat itu juga ada Hani.

Selain itu, Jessica juga pernah mengirimkan link artikel kepada Sandi, kembaran Mirna. Link artikel itu berisi adanya korban meninggal akibat meminum es kopi Vietnam. Link itu dikirimkan Jessica beberapa hari sebelum Mirna meninggal.

15:21

Hakim: Pembunuhan Mirna Bermotif Dendam

Dalam pertimbangan hukumnya, hakim menilai bahwa latar belakang pembunuhan Wayan Mirna Salihin bermotif dendam. Jessica disebut hakim sakit hati kepada Mirna.

"Dari berbagai fakta dan keterangan saksi, motif tindak pidana karena ada unsur sakit hati atau dendam," kata Hakim Binsar Gultom membacakan pertimbangan hukum di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Binsar menguraikan, ada beberapa hal yang membuat Jessica sakit hati. Masalah asmara dengan Patrick disebut menjadi salah satu alasan.

Selain itu, Jessica juga tidak diundang saat Mirna menikah. Saat pulang ke Jakarta dan bertemu Mirna, Jessica, disebut Binsar, tidak terima melihat kemesraan Mirna dan suaminya Arief.

15:11

Hakim: Rangga Barista Olivier Tidak Berpotensi Melakukan Tindak Pidana

Hakim Partahi Hutapea membacakan fakta-fakta hukum sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Dari fakta-fakta hukum tersebut salah satu poinnya menyatakan Rangga barista Kafe Olivier tidak berpotensi melakukan pidana.

"Berdasarkan surat dari RSCM tanggal 16 Maret yang terdiri dari psikiater dan psikolog, menyatakan tidak adanya faktor risiko untuk melakukan tindak pidana," ujar Partahi di sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur Besar Raya, Kamis (27/10/2016).

Partahi juga mengatakan, Rangga bisa menolak permintaan dari seseorang untuk menolak sesuatu yang bersifat pidana. Rangga juga tidak pernah berurusan dengan dunia narkoba.

"Terdapat motivasi untuk menolak pengaruh eksternal untuk melakukan tindak pidana," ucapnya.

14:52

Selesai Bacakan Fakta Hukum, Hakim Skors Sidang 5 Menit

Majelis hakim baru sampai pada pembacaan fakta hukum dalam berkas putusan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Ada 74 fakta hukum yang dibacakan hakim dalam lembar putusannya.

Usai membacakan fakta hukum, hakim memutuskan sidang diskors selama 5 menit. Selanjutnya, sidang akan kembali dilanjutkan.

"Sidang diskors dulu 5 menit untuk ke belakang," kata ketua majelis hakim, Kisworo di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Ada 377 halaman yang akan dibacakan hakim sebelum sampai pada vonis untuk Jessica.

14:24

Jessica Hapus Catatan Kronologi di Hari Meninggalnya Mirna

Jessica Kumala Wongso rupanya memiliki catatan pribadi di handphone miliknya. Salah satu catatan adalah mengenai kronologi kegiatannya di hari Wayan Mirna Salihin meninggal.

Catatan itu diketahui dibuat Jessica pada 11 Januari 2016, atau beberapa hari setelah Mirna meninggal. Namun, catatan itu telah dihapus sebelum Jessica diperiksa polisi.

"Bahwa terdakwa pernah membuat note di iPhone 5 warna silver miliknya pada tanggal 11 Januari 2016. Catatan itu sudah dihapus sebelum terdakwa diperiksa," kata Hakim Partahi Hutapea membacakan fakta hukum di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Partahi menjelaskan, catatan itu berisi semua yang dilakuan Jessica pada hari meninggalnya Mirna. Data itu akhirnya diperoleh setelah data yang telah dihapus disedot kembali oleh pihak kepolisian.

14:16

Hakim: Jessica ke Indonesia Bukan Berlibur, Tapi Lari dari Masalah

Hakim Partahi Hutapea membacakan temuan fakta majelis hakim selama jalannya sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Salah satunya tentang kembalinya Jessica Kumala Wongso dari Australia ke Indonesia.

Partahi menuturkan Jessica memiliki pacar bernama Patrick. Jessica sendiri seorang pecemburu jika ada perempuan lain yang dekat dengan Patrick. Kemudian hubungan keduanya retak dan Jessica mengalami depresi hingga harus dirawat di rumah sakit.

Jessica juga pernah terlibat kecelakaan di Australia. Jessica diketahui meminum alkohol karena sedang ada masalah dengan Patrick. Mirna yang mengetahui masalah Jessica dan Patrick itu menyarankan agar mereka mengakhiri hubungannya. Apalagi Patrick dikenal pengguna narkoba. Menurut Jessica, saran Mirna itu bukan solusi untuk hubungannya dengan Patrik.

Jessica juga pernah bermasalah dengan atasannya di New South Wales Ambulance, Australia, Kristie Louis Carter. Jessica pernah mengancam Kristie.

Hakim Partahi menilai Jessica kembali ke Indonesia bukan karena ingin berlibur. Namun untuk menghindari masalah-masalah yang sedang dialaminya di Australia.

14:09

Hakim: Tak Perlu Saksi yang Tahu Kapan Pelaku Membunuh

Sepanjang sidang, tidak ada saksi yang melihat kapan Jessica Kumala Wongso menabur sianida ke kopi Wayan Mirna Salihin, sesuai dakwaan jaksa. Majelis hakim berpendapat, dalam kasus pembunuhan berencana, tidak perlu ada saksi yang tahu kapan pelaku melakukan pembunuhan.

"Bahwa sesuai dengan KUHAP untuk kasus pembunuhan berencana tidak perlu saksi yang mengetahui kapan pelaku melakukan pembunuhan," ujar Partahi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jl Bungur Besar Raya, Kamis (27/10/2016).

Partahi mengatakan, kalau pun terdakwa tidak mengakui perbuatannya hakim tetap bisa memutus perkara ini dengan objektif. Sebagai terdakwa, Jessica juga memiliki hak ingkar.

"Dan akan mempertimbangkan secara komprensif sejauh mana jawaban terdakwa," ucapnya.

13:57

Hakim: CCTV Bisa Dikategorikan Barang Bukti

Hakim yang mengadili kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin menganggap rekaman CCTV di Kafe Olivier bisa dikategorikan sebagai barang bukti. Sehingga, rekaman CCTV bisa digunakan untuk membuktikan apakah Jessica Wongso benar membunuh Mirna atau tidak.

"Menimbang, bahwa mengenai rekaman CCTV yang dipermasalahkan kuasa hukum terdakwa tidak layak dijadikan alat bukti dalam persidangan ini, majelis hakim berpendapat bahwa bukti yang ada di Kafe Olivier telah lama dipasang untuk merekam semua kejadian di Kafe Olivier. Sehingga CCTV tersebut tidak harus dibuat sendiri oleh pejabat berwenang," kata Hakim Partahi membacakan pertimbangan putusan di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (26/10/2016).

Hakim menilai, CCTV bisa dijadikan sebagai petunjuk dan barang bukti. Majelis hakim berpendapat, hal itu sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 184 KUHAP.

"Majelis berpendapat sejauh mana rekaman CCTV tersebut berkesuaian dengan keterangan saksi-saksi dihubungkan dengan fakta empiris.
Maka rekaman CCTV tersebut dapat digunakan sebagai perluasan pasal 184 KUHAP sebagai barang bukti dan juga dapat digunakan sebagai petunjuk," tegas Hakim Partahi.

13:53

Hakim Sepakat Jenazah Mirna Harus Diautopsi

Hakim Partahi Hutapea membacakan pertimbangan putusan majelis terkait sidang vonis kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Salah satunya adalah sepakat dengan diperlukannya autopsi kepada jenazah Mirna.

"Sepanjang tidak ditemukan bukti kematian korban, hakim sepakat dengan ahli toksiologi dan forensik untuk dilakukan autpsi terhadap korban," jelas Hakim Partahi.

Sebelumnya hakim menilai ketidakhadiran atasan Jessica Wongso di New South Wales Ambulance, Australia, Kristie Louis Carter di persidangan tidak masalah.

13:42

Hakim: Meski Tak Hadir di Sidang, Keterangan Atasan Jessica Sah

Salah satu saksi yang merupakan atasan Jessica Wongso di New South Wales Ambulance, Australia, Kristie Louis Carter tidak pernah hadir di persidangan. Jaksa penuntut umum hanya membacakan BAP saat Kristie diperiksa di Australia oleh Polda Metro Jaya.

Majelis hakim yang menyidangkan perkara pembunuhan Wayan Mirna Salihin tidak mempermasalahkannya. Menurut hakim, keterangan Kristie meskipun hanya dibacakan BAP-nya sah.

"Keterangan saksi Kristie saling berkesuasian dengan keterangan terdakwa dan keterangan saksi lain," kata Hakim Partahi membacakan pertimbangan putusan di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (26/10/2016).

"Sehingga menurut KUHAP, tidak masalah bila saksi tidak dihadirkan ke persidangan karena sudah diambil sumpah saat penyidikan," jelas Partahi.

13:13

Putusan Jessica Setebal 377 Halaman

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan vonis untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso. Berkas putusan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu setebal 377 halaman.

"Ini berkasnya setebal 377 halaman, " kata ketua majelis hakim, Kisworo di PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Hakim lalu meminta tidak akan membacakan semua berkas putusan. Keterangan saksi dan ahli tidak akan dibacakan.

Saat ini, pembacaan berkas putusan masih berlangsung.

13:11

Sidang Dimulai, Hakim Minta Pengunjung Tenang

Sidang vonis dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin dimulai. Majelis hakim meminta pengunjung sidang menjaga ketenangan.

"Saya mohon kepada para pengunjung selama sidang bisa tenang dan mengeluarkan kata kata dan sorak sorak," ujar Hakim Kisworo di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Sidang dimulai pukul 13.10 WIB. Jessica yang mengenakan kemeja putih memasuki ruang sidang. Sementara tim kuasa hukum dan jaksa penuntut umum juga sudah hadir di dalam ruangan.

13:07

Hakim dan Jessica Wongso Masuk, Sidang Vonis Dimulai

Majelis hakim telah memasuki ruang sidang untuk membacakan vonis kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Sang terdakwa, Jessica Kumala Wongso juga sudah masuk ruang sidang.

Majelis hakim masuk ruang sidang sekitar pukul 13.05 WIB. Setelah itu, Jessica masuk dan duduk di kursi terdakwa.

Ketua majelis hakim, Kisworo langsung membuka sidang.

12:57

Di Ruang Tunggu Tahanan, Jessica Tersenyum Optimis

Beberapa saat lagi, sidang pembacaan vonis kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin akan dibacakan majelis hakim. Terdakwa Jessica Kumala Wongso tetap santai menunggu sidang dimulai.

Di ruang tunggu terdakwa yang berada di basement Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016), Jessica tampak sangat santai. Jessica tetap tersenyum optimis menghadapi sidang pembacaan vonis.

Bersama tim kuasa hukumnya, Jessica masih sempat makan siang bersama. Bahkan mereka juga berfoto bersama.

Sidang sendiri sedianya akan dimulai pukul 13.00 WIB. Namun, hingga pukul 12.55 WIB, hakim belum memasuki ruang sidang.

11:50

Polisi Pisahkan Pendukung Mirna dan Jessica

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah dipenuhi pengunjung sidang yang ingin melihat langsung vonis Jessica Kumala Wongso. Pengunjung terbagi menjadi dua kubu, yakni pendukung Wayan Mirna Salihin dan pendukung Jessica Kumala Wongso.

Pendukung Mirna menginginkan Jessica dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Sementara pendukung Jessica menginginkan sebaliknya.

Beberapa pendukung bahkan sempat berteriak-teriak hingga petugas kepolisian harus mengambil tindakan. Di lobi PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016), pendukung Mirna terus berteriak agar Jessica dijatuhi hukuman berat.

Agar tidak terjadi kericuhan, polisi akhirnya memisahkan pendukung Mirna dan Jessica. Jalan masuk menuju ruang sidang pun dipisahkan.

"Kami bedakan pintunya. Kita coba lokalisir massa simpatisan Jessica dan Mirna," ujar Kapolsek Kemayoran Kompol Adri Desas Furyanto.

Pintu sisi kiri dari arah luar digunakan untuk akses pendukung Jessica. Pintu sisi kanan untuk pendung mendiang Wayan Mirna Salihin.

11:34

Pendukung Mirna Salihin Penuhi Lobi PN Jakpus

Meski sidang pembacaan vonis untuk Jessica Kumala Wongso ditunda hingga pukul 13.00 WIB, pendukung Wayan Mirna Salihin terus berdatangan. Setelah ruang sidang membludak, pendukung Mirna kini memenuhi lobi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Massa pendukung Mirna memakai baju kemeja biru dengan pin bertuliskan 'Justice for Mirna' berteriak di depan lobby PN Jakpus, Jl Bungur Raya Jakpus, Kamis (27/10/2016). Mereka menuntut Jessica agar dihukum mati.

Sementara suasana di dalam gedung PN Jakpus sudah dipenuhi pendukung Mirna. Ruang sidang sudah membludak dan tidak bisa lagi dimasuki pengunjung.

11:03

Hakim Belum Datang, Sidang Vonis Jessica Ditunda

Hingga pukul 11.00 WIB, majelis hakim yang akan menjatuhkan vonis untuk Jessica Kumala Wongso belum hadir di ruang sidang. Sidang pembacaan vonis pun ditunda hingga pukul 13.00 WIB.

"Sidang ditunda jam 13.00 WIB," ujar panitera sidang di ruang Koesoema Atmadja, PN Jakpus, Jl Bungur Raya, Jakpus, Kamis (27/10/2016).

Belum diketahui penyebab sidang ditunda. Sedianya, sidang pembacaan vonis digelar pukul 10.00 WIB.

10:40

Suami Mirna: Kami Ingin Jessica Dihukum Seberat-beratnya

Jessica Kumala Wongso hari ini menghadapi vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) atas dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Suami Mirna, Arief Sumarko, berharap Jessica dihukum minimal seumur hidup.

"Kami ingin hukuman yang seberat-beratnya. Ya minimal seumur hidup," kata Arief sebelum sidang dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016).

Sidang pembacaan vonis dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Ruang sidang sudah terlihat penuh bahkan beberapa jam sebelum waktu sidang.

10:40

Jaksa Penuntut Umum dan Kuasa Hukum Sudah di Ruang Sidang Jessica

Jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum sudah berada di ruang sidang. Sementara majelis hakim dan terdakwa Jessica Kumala Wongso belum berada di ruang sidang.

Pantauan di PN Jakarta Pusat ruang sidang Koesoema Atmadja, Kamis (27/10/2016), tim jaksa penuntut umum dan tim kuasa hukum sudah berada di kursi masing-masing. Sementara ruang sidang juga telah dipenuhi pengunjung yang sebagian besar adalah kerabat Wayan Mirna Salihin.

Majelis hakim yang akan membacakan vonis belum berada di ruang sidang. Sang terdakwa, Jessica Wongso juga masih berada di ruang tunggu.

10:34

Ruang Sidang Jessica Membludak

Ruang sidang Jessica Kumala Wongso sudah penuh. Namun, masih ada pengunjung yang berupaya masuk.

Pantauan di PN Jakarta Pusat ruang sidang Koesoema Atmadja, Kamis (27/10/2016), puluhan pengunjung tampak berdiri di depan pintu ruang sidang menunggu kepastian apakah masih bisa masuk atau tidak.

Sekitar pukul 09.50 WIB, aparat kepolisian tampak memberi penjelasan kepada pengunjung bahwa ruang sidang sudah tak memungkinkan untuk dimasuki.

Sementara ruang sidang sudah dipenuhi kerabat Wayan Mirna Salihin. Keluarga Wayan Mirna Salihin kompak mengenakan kaos putih bertuliskan Justice For Mirna.

Majelis hakim dan jaksa penuntut umum belum nampak masuk ke ruang sidang.


10:21

Ruang Sidang Jessica Sudah Dipenuhi Pengunjung Berkaos Putih

Beberapa saat sebelum persidangan dengan agenda pembacaan vonis untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso dimulai, ruangan sidang sudah penuh. Ruang sidang dipenuhi pengunjung yang mengenakan kaos putih.

Pantauan di PN Jakarta Pusat ruang sidang Koesoema Atmadja, Kamis (27/10/2016), sejumlah kerabat Wayan Mirna Salihin juga telah berada di dalam ruang sidang. Mereka duduk di barisan tengah, berbaur dengan para pengunjung lainnya.

Keluarga Wayan Mirna Salihin kompak mengenakan kaos putih bertuliskan Justice For Mirna.

"Ini sebagai bentuk solidaritas. Saya bedain mana teman mana musuh. Dengan ini kita bisa lihat siapa temannya, siapa musuhnya," ujar suami Mirna, Arief Soemarko saat ditanya maksud kaos bertuliskan Justice For Mirna itu.