Konflik Antara Gajah dan Manusia

Konflik Antara Gajah dan Manusia

- detikNews
Minggu, 03 Apr 2005 10:08 WIB
Pekanbaru - Konflik gajah liar lawan masyarakat adalah imbas dari habitat gajah yang kian kritis. Setiap tahun selalu saja terjadi konflik. Kalautidak gajah yang mati diracun, warga juga tewas di serang gajah.Hal ini diperkuat pernyataan Direktur LSM Tropika Harijal Jalil kepada detikcom di Pekanbaru, Riau, Minggu (3/4/2005). "Kita perkirakan 342 dari 939 desa/kelurahan di Riau yang selalu, minimal pernah diserang gajah," kata Harijal Jalil. Menurutnya di Riau bukan berita baru bila mendengar konflik masyarakat dengan gajah. Hanya ada dua gendangnya. Gajahnya yang mati diracun masyarakat dengan dalih masuk keperkampungan dan merusak perkebunan warga, atau masyarakat yang tewas mengenaskan diamuk gajah.Dari survei yang pernah dilakukan Tropika, kerugian desa-desa itu berkisar Rp 17 juta sampai Rp 150 juta setahun. Jika ditotal, setiap tahun, kerugian desa-desa tersebut mencapai Rp 120 miliar lebih. "Itu baru kita hitung per desa, belum lagi perkebunan milik perusahaan dan lainya," tambah Harijal.Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) hampir setiap tahunnya terjadi konflik. Setidaknya pada tahun 2002 sebanyak 12 ekor gajah tewas di perbatasan Riau dan Tapanuli Selatan, Sumut. Semua gajah diduga diracun masyarakat. Pada akhir thun 2003, di Rohul juga ditemukan 6 ekor gajah tewas. Ini belum lagi di sejumlah daerah lainnya yang tidak tercatat."Dari jumlah itu, kami perkirakan 40 ekor gajah tewas hanya karena konflik dengan manusia," demikian Harijal Jalil. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads