Pemimpin Dunia Berkabung Atas Meninggalnya Paus
Minggu, 03 Apr 2005 09:48 WIB
Jakarta - Sejumlah pemimpin dunia berkabung atas meninggalnya Paus Johanes Paulus II. Mereka menyebut Paus sebagai kekuatan pedamaian di dunia serta memuji peran Paus dalam meruntuhkan tirani. Dari Brasil hingga Filipina, Afrika Selatan hingga Jerman, umat Katolik berdoa. Mereka larut dalam kesedihan saat mendengar kabar meninggalnya Paus yang memimpin gereja selama 26 tahun. Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Paus. Ia memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai penghormatan. "Gereja Katolik telah kehilangan pelindungnya. Dunia telah kehilangan tokoh kemanusiaan dan pelayan Tuhan yang baik dan setia telah dipanggil pulang," ujar Bush yang di dampingi istrinya Laura di Gedung Putih seperti dilansir reuters, Minggu (3/4/2005). "Kami bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirim seseorang yang menjadi pahlawan sepanjang hidupnya," tambah Bush. Sekadar diketahui, kebijakan Bush untuk menyerang Irak ditentang Paus. Namun, Bush mengatakan sebagai seorang Kristiani dirinya menghormati pandangan Paus. Menurut Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Kofi Annan, Paus adalah manusia perdamaian. "Ia sangat memperhatikan dunia dimana kita berpijak dan seperti saya, beliau juga merasa berada dalam sebuah peperangan," katanya. Lech Walesa, pemimpin Gerakan Solidaritas Polandia juga memuji Paus. Dikatakan Walesa, Paus sangat berperan dalam meruntuhkan komunisme di Eropa Timur. "(Tanpa beliau), komunis tidak akan berakhir dan dunia akan berakhir dengan pertumpahan darah," tuturnya. Mantan Pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev mengatakan Paus adalah pejuang kemanusiaan nomor satu di bumi. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan Paus adalah pewaris spiritual yang mengabdikan hidupnya bagi kemanusiaan.
(rif/)











































