Dukungan PPP di Pilgub DKI 2017 memang terbelah. Kubu Romi ke Agus-Sylvi, sementara kubu Djan ke Ahok-Djarot. Lulung yang selama ini dekat dengan Djan, akhirnya mbalelo. Sebab selama ini hubungannya dengan Ahok tidak harmonis.
Sekjen PPP kubu Djan, Dimyati Natakusumah sempat mengatakan akan memberi sanksi kader PPP yang tidak memberikan dukungan untuk Ahok-Djarot. Namun kini pernyataannya berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Legal standing yang dimaksud adalah kubu Djan mengantongi putusan Mahkamah Agung, sementara kubu Romi mengantongi SK Menkum HAM. Namun kini kubu Djan tengah berusaha mendapatkan SK Menkum HAM melalui berbagai upaya hukum.
"Tidak bisa diberikan saksi, karena legal stndingnya tadi, kalau legal standingnya menjadi satu, kalau kita sudah dapat SK Menkum HAM baru bisa," sebut anggota Komisi I DPR itu.
Dukungan Lulung tak main-main untuk Agus-Sylvi. Dalam beberapa kali kesempatan Lulung tampak menemani Agus menyapa masyarakat. Dia juga telah menyiapkan 'Gerbang Monas', relawan yang dikumpulkannya untuk membantu pemenangan Agus-Sylvi.
Lulung juga menemani Agus saat penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut di Pilgub DKI. Kubu Romi sendiri sempat sesumbar siap menampung Lulung jika dipecat oleh Djan.
"Pintu kami terbuka bagi Pak Haji Lulung untuk menyatukan kembali, membesarkan PPP dan memastikan bahwa aspirasi konstituen PPP terjaga dengan baik," ujar Sekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani, Rabu (19/10).
"Kalau beliau bersedia bergabung. dengan DPP hasil Muktamar PPP Pondok Gede maka kami menyambut gembira," imbuhnya.
(ear/dnu)











































