Pertemuan dua negara tersebut berlangsung tertutup selama kurang lebih 30 menit. Menlu Retno menyebut ada sejumlah hal yang dibahas.
"Pertama kita sepakat bahwa akan mengintensifkan saling kunjung. Memang sudah cukup lama pada di tingkat leaders tidak saling kunjung. Kami masih melihat kemungkinan tercepat kapan akan terjadinya pertemuan pada tingkat leaders antara Indonesia dengan Sri Lanka," ujar Retno di Bali International Conventional Center (BICC), Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (26/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian kita juga bicara isu yang akan dibahas IORA, tentunya termasuk IORA concord. Jadi sekali lagi Isu ini akan saya bawa ke semua pertemuan bilateral saya di mitra dialog anggota IORA, yang intinya minta dukungan agar IORA concord bisa diluncurkan, diadopt oleh negara-negara IORA," katanya.
Tak hanya itu Sri Lanka juga menanggapi positif keikutsertaan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.
"Keanggotaan Indonesia menjadi anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Yang ditanggapi Menlu Sri Lanka secara positif," imbuhnya.
Pertemuan kedua antara pemerintah Sri Lanka dengan Indonesia. Sebelumnya dua negara ini bertemu dalam pertemuan G7 Coverage di Nagoya, Jepang. (ams/fdn)











































