Anticorruption Summit 2016 Ditutup, Aktivis dan Akademisi Serukan Deklarasi

Anticorruption Summit 2016 Ditutup, Aktivis dan Akademisi Serukan Deklarasi

Sukma Indah Permana - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 17:50 WIB
Anticorruption Summit 2016 Ditutup, Aktivis dan Akademisi Serukan Deklarasi
Foto: Sukma Indah P/detikcom
Sleman - Rangkaian Anticorruption Summit (ACS) 2016 yang digelar di Yogyakarta berakhir hari ini. Di penghujung acara, sebuah deklarasi antikorupsi dibacakan sebagai bentuk komitmen para akademisi terhadap sikap antikorupsi.

Deklarasi dibacakan oleh perwakilan steering committe yakni Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Farida Patittingi MH.

"Pertama, berteguh kembali untuk lebih aktif ikut serta dalam mencegah dan memberantas korupsi. Dua, berteguh untuk menciptakan dan menjaga integritas antikorupsi secara pribadi maupun institusi," seru Farida.

Penutupan dilaksanakan di Hotel Sahid Rich, Jalan Magelang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/10/2016). Tampak pula hadir mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.

ACS 2016 kali ini dihadiri oleh perwakilan dari Fakultas Hukum puluhan universitas di Indonesia. Sebelumnya rangkaian acara dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (25/10) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ikrar ketiga, para civitas akademi berteguh untuk membuat jejaring dan menguatkan jaringan antikorupsi antar perguruan tinggi. Selain itu mereka juga berkomitmen untuk untuk menyusun dan membangun sistem dan tata kelola perguruan tinggi yang antikorupsi.

"Lima, berteguh untuk membantu aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi," imbuhnya.

Farida menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat mendukung sikap ini dengan menciptakan upaya pemberantasan korupsi dengan membuat kebijakan tata kelola perguruan tinggi yang tidak memicu perbuatan koruptif.

ACS 2016 menjadi pertemuan kedua setelah ACS 2005 yang mengamanatkan ke Fakultas Hukum di seluruh Indonesia agar mendirikan pusat kajian anti korupsi.

Dengan mengusung tajuk 'Konsolidasi Gerakan Antikorupsi Berbasis Akademisi dan Kampus', deklarasi ini dibacakan pula di hadapan Wakil Ketua KPK Laode Muhhamad Syarif.

Menanggapi deklarasi dan pertemuan tahun ini, Laode menyampaikan rasa syukurnya. Dia mengaku seperti yang dirasakan pimpinan KPK sebelumnya, rasa kesepian sering dirasakannya.

"Kadang di KPK kami merasa kesepian. Kerja di KPK tidak pernah landai, selalu naik turun. Ketika turun, rasanya sepi dan lelah. Yang memberi semangat adalah dukungan, kepercayaan, telepon dari sahabat dan pertemuan semacam ini," urainya.



(sip/trw)


Berita Terkait