"Kemarin dengan OTT di kementerian itu gambaran pada kita betapa mudahnya kita disusupi korupsi. Oknum di dalamnya itu juga bukti pemerintah dalam pembersihan fundamental dalam pungli, upaya pemerintah diwujudkan dengan sapu bersih diangkat satgas saber pungli," kata Prasetyo dalam sambutannya di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2016).
Prasetyo juga mengingatkan korpsnya yang masuk dalam tim sapu bersih (Saber) pungli. Karena itu, jajaran kejaksaan harus menjaga integritas dalam kerja penegakan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penegakan hukum saat ini masih belum menjawab kebutuhan berbagai persoalan. Apalagi kejaksaan sambung Prasetyo mendapat sorotan negatif akibat perbuatan sejumlah oknum yang menyalahgunakan kewenangannya saat bertugas.
"Dalam setiap kesempatan selalu saya ingatkan citra kejaksaan di mata publik, persoalan utama masih rendah rasa percaya masyarakat pada kejaksaan itu masalah yang harus dperhatikan dan serius. Kita kejaksaan harus ingat perbuatan oknum akan mencoreng kejaksaan setiap tindakan, khususnya akan tertanam kuat oleh publik bahwa untuk kembalikan (citra) itu butuh waktu lama dan energi besar. Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali perubahan pada diri masing masing melalui revolusi mental dari dilayani jadi melayani," tutur Prasetyo.
Tanggungjawab melaksanakan tugas sambung Prasetyo harus ditunjukkan jajarannya. Ini juga menjadi pesan bagi para kajati yang baru dilantik.
"Bagi kajati yang baru dilantik saya minta segera adaptasi dengan daerah masing-masing menjelang pilkada nanti. Untuk itu saudara harus bersikap proaktif dalam sentra terpadu, profesional serta jadikan kejaksaan jadi pelayanan prima dalam mencari keadilan. Selanjutnya eselon II bisa mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara sungguh-sungguh demi tercapai hasil optimal. terbuka terhadap kritik dan kuat, berkemauan menyelesaikan tugas," kata Prasetyo.
(fdn/fdn)










































