Pembongkaran itu bermula dari laporan seorang warga ke inbox media sosial milik Dedi. Setelah ditelusuri ternyata rumah Abah Tarmedi yang berada tepat di depan TPU Bamburakit itu perlu perbaikan secara menyeluruh karena kondisinya memprihatinkan.
Menanggapi laporan itu Dedi mengajak Bupati Cellica untuk bersama datang dan memberi bantuan berupa bedah rumah dan biaya hidup Abah Tarmedi selama beberapa tahun ke depan. Kedatangan keduanya yang mendadak sontak membuat kaget Abah Tarmedi yang saat itu tengah beristirahat siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Setelah berbincang, Dedi mengajak Abah Tarmedi untuk melihat kondisi bagian belakang rumah yang berbatasan langsung dengan makam yang menjadi lahan pekerjaannya selama ini. Dedi menyampaikan niatnya untuk memperbaiki rumah Abah Tarmedi dengan dibantu oleh Bupati Cellica.
Tidak sampai disitu, Dedi yang berinisiatif membongkar atap rumah mengundang perhatian warga sekitar. Namun ternyata aksi itu justru mengunggah warga yang semula menonton untuk membantu membongkar rumah berukuran 3x5 meter itu.
"Sok Mang, iyeu bongkar kabeh. Mulai isukan rehab sing alus, modelna nu cocok mah imah panggung. (Ayo Mang, ini bongkar semua. Mulai besok rehab yang bagus, modelnya yang cocok itu rumah panggung)," ucap Dedi pada salah seorang kuli bangunan yang dipanggil untuk merehab rumah, Selasa (25/10/2016) sore.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
"Abah mulai ayeuna milu sare heula di Kades nepi imah iyeu beres direhab. (Abah mulai sekarang ikut tidur dulu di Kades sampai rumah ini beres direbah," jelas Dedi mengarahkan Abah Tarmedi.
Selama ini Abah Tarmedi tinggal seorang diri di gubuk tua, sementara istrinya telah meninggal dunia dan dimakamkan tepat di belakang rumahnya. Sedangkan anak semata wayangnya telah pisah rumah dan bekerja sebagai tukang becak di daerah Cilamaya.
Sehari-hari, Abah Tarmedi, mendapat makanan dari para tetangganya. Pasalnya selama menjadi kuncen kuburan dia tidak pernah mendapat gaji atau meminta upah dari siapa pun. Dia mendapat uang untuk ditabung hanya saat hari Idul Fitri tiba berbarengan dengan tradisi nyekar ke kuburan.
"Saya bangga ka Abah nu ikhlas nu tulus ngurus iyeu makam. Mugi Abah sing sehat terus, tiasa nularkeun kaikhlasana ka nu sanes. (Saya bangga pada Abah yang ikhlas dan tulus mengurus ini makam. Semoga Abah sehat selalu, dan bisa menularkan keikhlasannya pada yang lain)," tutur pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Usai melakukan bedah rumah, Dedi langsung mengajak warga yang telah membantunya untuk makan bakso dan es campur bersama tak jauh dari lokasi. "Hatur nuhun sadayana. Sok ayeuna urang makan sing warareug, gratis. (Terima kasih semuanya. Ayo sekarang kita makan yang kenyang, gratis)," katanya.
Bupati Cellica mengaku akan memprioritaskan program perbaikan rumah tidak layak huni pada tahun depan. Untuk tahun ini program tersebut masih mencakup tiga rumah untuk satu desa atau sekira seribu rumah dalam satu tahun.
"Tahun depan mungkin bisa tiga kali lipatnya sampai tiga ribu rumah. Dua ribu diantaranya dibiayai oleh Pemkab Purwakarta, dan seribu lainnya tadi Kang Dedi siap membantu melalui dana aspirasi Fraksi Golkar DPRD Jabar," pungkas Cellica. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom