Kepala BNPT: Anak Mantan Teroris Bisa Lebih Militan

Kepala BNPT: Anak Mantan Teroris Bisa Lebih Militan

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 15:12 WIB
Kepala BNPT: Anak Mantan Teroris Bisa Lebih Militan
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menyebut anak-anak mantan teroris perlu mendapat pendampingan termasuk deradikalisasi. Sebab ada kemungkinan anak-anak mantan teroris akan lebih militan dari orang tuanya.

"Kita juga jangan memarginalkan anak-anak para mantan teroris, karena akan lebih militan dia dibanding orang tuanya yang sudah terlanjur radikal," kata Suhari dalam diskusi pencapaian 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

Suhardi menyebut, ada 500 WNI yang berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Dari jumlah itu, 53 orang sudah kembali ke Indonesia dan mencari anggota baru. Anak muda menjadi target rekrutmen mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini ada 500 orang yang ada di Suriah sana dan ada sekitar ada 70-an yang meninggal dan ada 53-an yang kembali ke Indonesia. Ini akan jadi permasalahan juga buat kita apa yang harus kita kerjakan ke depannya," jelas Suhardi.

Belakangan ini, kasus-kasus terorisme yang ada di Indonesia dilakukan pelaku yang berada di kisaran usia 15-30 tahun. Hal ini membuktikan, paham terorisme mudah masuk ke kalangan muda.

"Mayoritas dari para pelaku ini 15-30 tahun karena mereka masih mencari jati diri dan ini yang dipengaruhi oleh kelompok radikal ini melalui sosial media," ungkap Suhardi.

"Oleh sebab itu, peranan sosial media ini sangat penting sekali, kita membangun kepedulian dari orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya dalam menggunakan sosial media, kemudian para guru, dosen juga bisa membangun kepedulian, banyak sekali sekarang beredar di masyarakat anak-anak itu sudah mulai memisahkan diri, karena untuk menjadi radikal tidak serta merta ada tahapannya," tegasnya. (Hbb/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads