IORA Ajak AS, China dan Jerman Bahas Penguatan Kerjasama dan Keamanan Politik

IORA Ajak AS, China dan Jerman Bahas Penguatan Kerjasama dan Keamanan Politik

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 14:57 WIB
IORA Ajak AS, China dan Jerman Bahas Penguatan Kerjasama dan Keamanan Politik
Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016). Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Nusa Dua - Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) tak hanya membahas soal potensi kerjasama di kawasan regional negara-negara kawasan Samudera Pasifik. Namun pertemuan juga membahas peningkatan stabilitas keamanan dengan negara mitra dialog.

Negara yang hadir sebagai mitra dialog IORA pada Rabu (26/10/2016) di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Prancis dan China.

Hanya Mesir yang belum mengkonfirmasi mengenai kehadiran mereka. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya menyebut mitra dialog tersebut akan diajak berdiskusi mengenai penguatan kerjasama dan aspek keamanan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)


"Kami sepakat akan bicara dengan AS, Cina dan Jerman perjanjian dengan mereka bagaimana mereka melihat IORA, bisa membantu pencapaian tujuan IORA dan juga kita sampaikan apa harapan kita terhadap mereka," kata Desra di Bali International Convention Center, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (26/10/2016).

"Misalkan mereka punya kapasitas yang bagus, resources yang lebih jadi itu yang akan kita dialogkan juga, lebih dari itu kita juga akan membahas keamanan aspek politik dengan dialog partner," sambung dia.

 Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)


Lebih lanjut Desra menjelaskan kedatangan mitra dialog karena mereka memiliki ketertarikan dengan isu negara-negara di kawasan lingkar Samudera Hindia.

Indonesia juga mengakui kehadiran mereka penting sebagai penegasan bahwa negara di kawasan lingkar Samudera Hindia bukan ajang pamer kekuatan senjata.

"Bagi Indonesia kita melihat ada kepentingan, kehadiran mereka, partisipasi mereka untuk ke depannya kita tidak mau kawasan di Samudera Hindia ajang tempat konflik atau major power military projection (negara-negara besar yang menggunakan wilayah sekitarnya untuk ajang pamer kekuatan senjata). Itu yang akan kita coba ke depan," terang Desra.

Saat ini IORA beranggotakan 21 negara yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Comoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Yaman.

Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) di Nusa Dua Bali, Rabu (26/10/2016)


IORA digelar 12-27 Oktober 2016 dengan mengambil lokasi Jakarta dan Bali. Untuk Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG) dan Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF) telah digelar pada 12-13 Oktober di Hotel Borobudur, Jakarta.

Sedangkan pertemuan penting lainnya, termasuk Council of Ministers Meeting (COM) yang menghadirkan para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota IORA digelar di Bali. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan hadir dan memimpin forum setingkat menteri tersebut. (ams/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads