"Ada 72 jaringan internasional yang beroperasi di negara kita dan 48 dari ini memanfaatkan 22 lapas di Indonesia," ujar Komjen Budi, usai diskusi 2 tahun Jokowi-JK di Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).
Buwas mengatakan hal tersebut bukan tanpa sebab, hal itu terbukti dari kasus-kasus yang diungkap BNN. Rata-rata para sindikat membuat perusahaan untuk kamuflase transaksi narkoba.
"Kita masih telisik masalah TPPU-nya, dan uang yang mereka hasilkan di negara kita ini ditransfer ke luar negeri dan melibatkan dua oknum dari kita yang telah saya laporkan kepada Pak Presiden," ucapnya.
Untuk mencegah aksi-aksi seperti ini, Buwas mengatakan BNN akan koordinasi dengan PPATK dan kepolisian. Dia juga mengatakan sudah mengantongi siapa saja bos-bos jaringan narkoba yang ada di Indonesia.
"Rata-rata pengungkapan narkoba itu perlu satu bulan. Rata-rata untuk BNN pusat itu tiap bulan kita bisa sita 100 kg sabu, 600 ribu butir ekstasi dan 4 ton ganja jadi Jaringan ini makin banyak terungkap karena kita makin aktif libatkan banyak instansi," ucap Buwas.
(rvk/rvk)











































