Kapolda Banten: Yel-yel Pendukung Pilkada Harus Konstruktif dan Tak Menyerang

Kapolda Banten: Yel-yel Pendukung Pilkada Harus Konstruktif dan Tak Menyerang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 10:54 WIB
Kapolda Banten: Yel-yel Pendukung Pilkada Harus Konstruktif dan Tak Menyerang
Kapolda Banten (Foto: Bahtiar Rifai-detikcom)
Serang - Kapolda Banten Komisaris Besar Listyo Sigit Prabowo meminta agar setiap pendukung pasangan calon di Pilkada Banten 2017 tidak melakukan yel-yel yang sifatnya menyerang dan membuat situasi panas antar pendukung.

Menurut Listyo, semangat yel-yel bila perlu adalah sesuatu yang terkait dengan program setiap pasangan calon yang berkompetisi di Pilkada Banten.

"Kita bangun semangat yel-yel yang konstruktif dan tidak saling menyerang karena yang kita hadapi adalah saudara kita," ujar Listyo dalam acara Focus Grup Discussion (FGD) Pilkada Damai di gedung pertemuan D'Wiza Resto, Jl. Syekh Nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Rabu (26/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Listyo menambahkan, dalam beberapa hari ini semenjak penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut, memang ada yel-yel yang jika dibiarkan akan membuat situasi panas. Oleh sebab itu, Polda Banten menurutnya perlu melakukan focus grup discussion (FGD) yang melibatkan KPU Banten, Bawaslu, Parpol, tokoh masyarakat dan ulama. Hadir dalam acara tersebut calon wakil gubernur Banten Embay Mulya Syarief, KPU Banten Agus Supriatna, Bawaslu Banten Eka Setialaksana, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, dan beberapa pengurus partai.

"Kalau tidak dari awal membawa nuansa kerukunan, tentunya akan membawa dampak sebaliknya, akan terjadi potensi konflik," ujar Listyo.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengatakan hasil rumusan yang sudah disepakati akan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pilkada damai. Rumusan tersebut akan disampaikan bersama dalam deklarasi pilkada damai pada 28 Oktober 2016 mendatang.

Kapolda pun berjanji jika ada pelanggaran baik itu berupa yel atau yang sifatnya melanggar pidana, kepolisian akan memproses secara hukum. Namun, menurut Listyo, sebaiknya hal tersebut dihindari karena antara kepolisian, KPU Banten, dan Bawaslu Banten memiliki ketentuan-ketentuan terkait Pilkada.

Sebelumnya, dalam pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Banten, muncul situasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Salah satu pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 meneriaki "usir PKI" begitu pasangan nomor urut 1 keluar dari Hotel Marbella, Anyer.

Untuk pengamanan proses Pilkada Banten sendiri, Polda Banten sudah menyiapkan 4.429 personel. Jumlah tersebut sudah termasuk dua pertiga dari personel kepolisian daerah Banten dan Mabes Polri. Selain itu, 450 personel disiapkan dari unsur TNI untuk membantu lancarnya proses Pilkada Banten. (bri/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads