Menurut Listyo, semangat yel-yel bila perlu adalah sesuatu yang terkait dengan program setiap pasangan calon yang berkompetisi di Pilkada Banten.
"Kita bangun semangat yel-yel yang konstruktif dan tidak saling menyerang karena yang kita hadapi adalah saudara kita," ujar Listyo dalam acara Focus Grup Discussion (FGD) Pilkada Damai di gedung pertemuan D'Wiza Resto, Jl. Syekh Nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Rabu (26/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak dari awal membawa nuansa kerukunan, tentunya akan membawa dampak sebaliknya, akan terjadi potensi konflik," ujar Listyo.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengatakan hasil rumusan yang sudah disepakati akan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pilkada damai. Rumusan tersebut akan disampaikan bersama dalam deklarasi pilkada damai pada 28 Oktober 2016 mendatang.
Kapolda pun berjanji jika ada pelanggaran baik itu berupa yel atau yang sifatnya melanggar pidana, kepolisian akan memproses secara hukum. Namun, menurut Listyo, sebaiknya hal tersebut dihindari karena antara kepolisian, KPU Banten, dan Bawaslu Banten memiliki ketentuan-ketentuan terkait Pilkada.
Sebelumnya, dalam pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Banten, muncul situasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Salah satu pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 meneriaki "usir PKI" begitu pasangan nomor urut 1 keluar dari Hotel Marbella, Anyer.
Untuk pengamanan proses Pilkada Banten sendiri, Polda Banten sudah menyiapkan 4.429 personel. Jumlah tersebut sudah termasuk dua pertiga dari personel kepolisian daerah Banten dan Mabes Polri. Selain itu, 450 personel disiapkan dari unsur TNI untuk membantu lancarnya proses Pilkada Banten. (bri/Hbb)











































