Mengapa Ahok Tak Pidato Usai Pengundian Nomor Urut?

Panasnya Pilgub DKI

Mengapa Ahok Tak Pidato Usai Pengundian Nomor Urut?

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 26 Okt 2016 10:37 WIB
Mengapa Ahok Tak Pidato Usai Pengundian Nomor Urut?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Usai pengundian nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, tiga pasang kandidat diberi kesempatan untuk memberikan pidato. Cagub Agus Yudhoyono dengan nomor urut 1 dan Cagub nomor urut 3 Anies Baswedan menggunakan waktu yang disediakan oleh panitia untuk pidato.

Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mendapat nomor urut 2 menyerahkan waktu untuk pidato kepada Cagubnya Djarot Saiful Hidayat. Dikonfirmasi alasan Ahok tak menyampaikan pidato sendiri, Djarot memberikan jawaban secara diplomatis.

Politisi PDIP ini mengaku bahwa, pidatonya saat pengundian nomor urut dilakukan secara spontan dan tidak ada persiapan khusus. "Bagus ya? Enggak, itu mendadak saja. Spontan semua. Bagus enggak tapi? Enggak pakai teks," kata Djarot di Pasar Bendungan Hilir, Jalan Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cawagub yang diusung oleh PDIP, NasDem, Golkar dan Hanura itu juga menyampaikan untuk urusan pidato pada Selasa (25/10) malam kemarin, Ahok telah menyerahkan hal itu kepada dirinya.

"Iya (Ahok yang menyerahkan urusan pidato)," ucapnya singkat.

Dalam pidato, Djarot menyampaikan kepada pendukung mereka bahwa Pilgub DKI 2017 haruslah disambut dengan kegembiraan dan rasa persaudaraan antar satu sama lain. Ia mengingatkan kepada pendukung mereka untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan serta keindahan ibu kota.

"Mari kita masuki Pilkada DKI Jakarta ini dengan perasaan riang gembira. Dengan perasaan penuh persahabatan, persaudaraan dan gotong royong," kata Djarot di JIExpo Hall D2 Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).

Selain itu, ia juga mengajak pendukungnya agar menjadi teladan serta panutan dalam Pilgub DKI 2017. Ia melarang pendukung berbuat onar dan mengabaikan aturan-aturan yang ada.

"Tunjukkan betul kedewasaan kita di dalam berdemokrasi. Saya yakin pendukung setia Basuki Djarot bisa menjadi teladan, bisa menjadi contoh, bisa menjadi panutan yang memberikan cahaya kepada seluruh warga DKI Jakarta," ucap Djarot. (nkn/erd)


Berita Terkait