Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu datang menggunakan mobil Innova berplat hitam tanpa rombongan. Saat masuk ke halaman kantor Dishubkominfo, Hendi disambut petugas Dishub dan diajak berbincang. Sedangkan di sisi lain sejumlah orang yang tadinya di sekitar gedung kantor kemudian berhamburan dan segera menghilang dari pandangan.
Hendi kemudian meninjau pelayanan di sana termasuk ruang tunggu sampai masuk ke garasi uji Kir. Ia juga menanyai sejumlah orang yang mengajukan uji Kir dan semuanya memilih mengurus sendiri dan tidak menggunakan jasa calo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar itu siapa? Saya minta jelaskan, apa calo?" tanya Hendi kepada Mukindar, Selasa (25/10/2016).
Mukindar kemudian menjelaskan orang-orang yang berhamburan keluar kantor bukan calo melainkan utusan resmi dari perusahaan-perusahaan yang mengajukan uji KIR. Dari penampilan yang terlihat, beberapa orang yang lari itu mengenakan jaket dan bertopi. Mereka menyebar berkumpul di tempat parkir motor dan kantin.
"Calo itu tidak, ini ada 50 surat perintahnya," kata Mukindar sambil menunjukkan map berisi berbagai surat perintah.
Namun ia tidak menyangkal jika ada orang-orang tersebut yang dititipi keluarga atau kerabat mereka untuk mengurus uji KIR. Tapi Mukindar menegaskan tidak ada pungli di kantornya.
"Mungkin ya, ini mungkin, dia sendriri nyambi mungkin kenal saudara apa keluarga, ya tidak dipungkiri. Selama ini calo enggak boleh," tandasnya.
Mukindar pun menegaskan kalau pihaknya juga mengantisipasi pungli dan calo dengan memasang spanduk yang dilengkapi nomor call center agar masyarakat bisa langsung lapor jika ada pungli. (alg/rvk)











































