"Gerakan Basmi Tikus nanti kami titipkan (ke Plt). Tapi rapat, ternyata jujur anggaran tidak ada. Sudah ada tapi sudah terpakai dan enggak mencukupi," kata Djarot di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2016).
Meski begitu, Djarot menyebut masih ada jalan lain yakni dengan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Djarot memastikan program basmi tikus seharga Rp 20 ribu per ekor segera terlaksana. Duit 'hadiah' bagi perburuan tikus ini berasal dari anggaran pembasmian hama dengan total Rp 80 juta.
"Oh enggak apa-apa (ditolak DPRD). Karena ada anggaran untuk pembasmian hama itu ada Rp 80 juta. Kalau Rp 80 juta itu setara dengan berapa? 4 ribu tikus, iya nggak? Belum lagi anggaran untuk pupuk organik. Itu bisa digunakan untuk pupuk," kata Djarot Rabu (19/10).
(aan/fdn)











































