Ingin Sistem Pemilu Terbuka, PAN: Jangan Beli Kucing dalam Karung

Ingin Sistem Pemilu Terbuka, PAN: Jangan Beli Kucing dalam Karung

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 25 Okt 2016 12:25 WIB
Ingin Sistem Pemilu Terbuka, PAN: Jangan Beli Kucing dalam Karung
Foto: Zulkifli Hasan
Jakarta - Pemerintah melalui draf Revisi Undang-undang tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum mengusulkan Pemilu 2019 menggunakan sistem terbuka terbatas. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menginginkan sistem pemilu proporsional terbuka agar pemilih bisa mengetahui dan mencoblos calon yang diinginkan.

"Yang dipilih saja mana yang pantas, kalau ada 10 orang siapa saja calonnya serahkan kepada pemilih, siapa pemilih yang banyak itu yang dipilih, itu kan demokrasi," kata Zulkifli usai melantik PAW Anggota MPR di Gedung DPR/MPR, Selasa, (25/10/2016).

Zulkifli mengatakan bahwa jika sistem pemilu berlangsung secara terbuka terbatas dapat mereduksi kedaulatan rakyat. Dia menginginkan inti dari berkedaulatan adakah demokrasi dengan inti kekuasaan pada rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah 18 tahun demokrasi, inti demokrasi itu yang berdaulat, yang berkuasa itu rakyat. Jangan sampai direduksi, berikan hak itu kepada rakyat, rakyat kita udah pintar dan cerdas," tutur Zulkifli.

Zulikfli menyontohkan bahwa siapa yang paling banyak dipilih, itulah yang yang seharusnya terpilih. "Nah jadi jangan beli kucing dalam karung, biarlah rakyat yang menentukan pilihan, yang terbaik untuk rakyat," tutupnya.

Pemilu 2014 yang lalu berlangsung dengan sistem proporsional terbuka, yaitu pemilih bisa mencoblos nama calon anggota legislatif selain hanya mencoblos gambar partai. Sementara itu, sistem proporsional tertutup berarti pemilih hanya mencoblos gambar partai.

Sistem proporsional terbuka terbatas yang diajukan pemerintah merupakan perpaduan keduanya. Pemilih bisa melihat daftar calon anggota legislatif di partai tersebut namun urutan para calon itu tetap merupakan kewenangan partai.

(imk/imk)


Berita Terkait