Tiga pasangan yang akan berlaga pada gelaran Pilgub DKI 2017 adalah pasangan petahana, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Pengundian akan digelar malam nanti di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Teknis pengambilan nomor urut pertama mengambil nomor antrean," ungkap Ketua KPUD DKI Sumarno saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/10/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi semacam nomor urut untuk mengambil nomor urut untuk di Pilgub. Yang ambil dari cawagub. Setelah dapat giliran, yang ambil nomor urut baru dari cagubnya," jelas dia.
KPUD DKI tidak melarang pasangan calon membawa tim sukses dan relawan. Hanya saja ada batasan jumlah yang diberikan karena ruangan terbatas.
"Sudah dikoordinasikan, maksimal pasangan calon masing-masing (membawa) 500 orang," ucap Sumarno.
"Itu yang bisa masuk ke dalam. Kalau lebih dari itu hanya bisa di luar. 500 termasuk timses dan relawan ya," imbuhnya.
Meski penetapan pasangan calon sudah dilakukan, masa kampanye baru akan berlangsung pada 28 Oktober mendatang. Pasangan calon masih diperbolehkan untuk bertemu menyapa masyarakat selama dalam pertemuan itu tidak ada unsur kampanye di dalamnya.
"Masih boleh, yang penting tidak kampanye. Kalau mereka mau ke pasar ketemu masyarakat boleh saja, yang penting tidak ada kegiatan yang bisa dikategorikan kampanye," terang dia.
Seperti apa yang dikategorikan kampanye?
"Misalnya mengajak mendukung, (mengatakan) 'pilih saya, kalau saya terpilih akan melakukan ini'. Nanti bawaslu yang akan melakukan pengawasan," jawab Sumarno.
Sebagai petahana, Ahok-Djarot baru akan nonaktif dari jabatannya tepat saat masa kampanye dimulai. Tak ingin kalah dari dua pasangan lain, Ahok mengaku akan turun ke lapangan berkampanye.
"Blusukan juga. Kita lihat situasi," kata Ahok, Senin (24/10). (elz/idh)











































