Heater tampak tak henti-hentinya tersenyum dan aktif bertanya mengenai tempat wisata yang dikelola juga dikonservasi oleh kelompok nelayan Bangsring itu.
Heater berada di Bangsring underwater selama lebih dari dua jam. Dalam kunjungan perdananya ini, Heater mengaku takjub dan 'kerasan' berada di Banyuwangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di Bangsring Underwater, Heater melihat sendiri bagaimana kehidupan bawah laut di sana dijaga dan dibudidayakan. Seorang nelayan tampak tak kalah antusias menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Heater.
"Jadi di sini kita ada 15 hektare daerah konservasi. Semua sama-sama menjaga. Sekarang ini semua nelayan di sini sudah kaya semua. Tidak seperti dulu," kata nelayan itu yang disambut tawa Heater.
Usai puas berbincang-bincang, kegiatan dilanjutkan dengan menanam terumbu karang ke tengah laut. Heater ikut mengikat bakal terumbu karang yang kemudian dibawa penyelam ke dasar laut.
"Ini kesempatan bagi saya untuk lihat sedikit dan tahu sedikit tentang Banyuwangi. Kabupaten yang bagus sekali dan sedikit terkenal dengan kabupaten dengan banyak kesenian dan lainnya," tutur Heater.
"(kesan saya) bagus sekali, daerah yang sangat indah juga banyak perusahaan yang sangat mempunyai prospek yang bagus masa depan di Banyuwangi. Banyuwangi sangat terkenal sebagai kabupaten dengan pemimpin yang dinamis dan dengan banyak ide kreatif. Dan inovasi dan saya ingin lihat dampaknya dan ini luar biasa," imbuhnya.
Tidak berhenti di situ, Heater rupanya telah melirik ketua kelompok nelayan Bangsring, Ikhwan Arief, dinominasikan dalam International Visitors and Leadership Program (IVLP).
"Yes, upaya dia dan kelompok dia yang sangat menarik dan sangat bagus untuk lingkungan dan saya very impress dengan upaya beliau untuk melindungi lingkungan laut, juga kebudayaan nelayan dan itu sangat bagus dan salah satu prioritas AS adalah bermitra dengan Indonesia tentang lingkungan itu. Terutama lingkungan laut," urai Heater.
Heater mengaku sudah mengunjungi banyak kota-kota. Di Indonesia. Kunjungannya itu dilakukan untuk sedikit banyak mengenal Indonesia dan potensi yang dimiliki oleh kearifan lokal masyarakat.
Foto: Konsul AS di Banyuwangi/ Kartika detikcomKonsul AS di Banyuwangi/ Kartika detikcom |
"Saya sudah ke Malang, Kediri, Bojonegoro, Mojokerto, Madura dan saya sangat senang akhirnya datang ke Banyuwangi," katanya. (kst/rvk)












































Foto: Konsul AS di Banyuwangi/ Kartika detikcom