Pilgub Aceh, KIP Jelaskan Puteh Sudah Minta Maaf dan Penuhi Syarat Jadi Cagub

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 24 Okt 2016 18:48 WIB
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon Gubernur dan Wagub Aceh, Senin 24 Oktober 2016. 6 Pasangan ditetapkan sebagai cagub dan cawagub, 3 di antaranya dari jalur perseorangan. (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh. Satu di antara calon yang akan bertarung pada Pilkada serentak 2017 mendatang adalah Abdullah Puteh. Ia pernah tersandung kasus korupsi.

Dalam persyaratan pencalonan dan syarat calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh yang ditetapkan KIP, salah satu poinnya adalah tidak pernah dipidana. Selain itu, ada beberapa syarat lain yang juga harus dipenuhi setiap calon. Dalam rapat pleno penetapan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur yang digelar KIP Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, semua calon dinyatakan memenuhi syarat.

Saat membacakan persyaratan pencalonan dan syarat calon gubernur milik Abdullah Puteh, komisioner KIP Aceh Basri M Sabi memberi penjelasan pada poin soal pidana. Menurutnya, Puteh sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik secara jujur dan terbuka.

"Berhubung beliau (Abdullah Puteh) mantan terpidana kami sampaikan juga bukti telah menyatakan ke publik secara jujur dan terbuka sudah memenuhi syarat," kata Basri dalam rapat pleno, Senin (24/10/2016).

Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi, mengatakan, syarat Abdullah Puteh untuk maju sebagai calon gubernur Aceh sudah terpenuhi. Menurutnya, Puteh saat ini sudah bebas dan juga sudah meminta maaf masyarakat Aceh.

"Sudah terpenuhi syarat kumulatifnya. Beliau sudah tidak menjalani hukumannya kemudian beliau juga sudah menyatakan permohonan maaf kepada publik melalui media," kata Ridwan saat dikonfirmasi ulang.

Seperti diketahui, Abdullah Puteh tersandung kasus korupsi pembelian helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar. Saat itu, ia menjabat sebagai gubernur Aceh periode 2000-2004. Kondisi Tanah Rencong masih dilanda konflik. Ia kemudian dijebloskan ke penjara pada 2005 dan bebas bersyarat pada 2009 silam.

Saat mengantar bukti dukungan KTP ke Kantor KIP Aceh beberapa waktu, Abdullah Puteh menyampaikan permohonan maaf terkait kasus korupsi yang menjeratnya. Menurutnya, helikopter itu dibeli melalui proses pelelangan dan anggarannya disahkan DPR Aceh. Pembelian helikopter saat itu dinilai perlu untuk transportasi ke daerah-daerah mengingat kondisi Aceh sedang konflik.

"Saya mohon maaf kepada masyarakat Aceh karena pernah tersandung kasus korupsi pembelian helikopter milik Pemerintah Aceh," kata Puteh beberapa waktu lalu.

Hari ini, keenam pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur ditetapkan sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Mereka ditetapkan setelah KIP melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual. Dari enam calon tersebut, tiga di antaranya maju melalui jalur independen.

Enam calon yang maju di Pilgub Aceh 2017 yaitu Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Muzakir Manaf - TA Khalid, Tarmizi A Karim-Machsalmina. Tiga pasangan ini diusung koalisi partai politik. Sementara tiga pasangan independen yaitu pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin, Zakaria Saman- T Alaidinsyah, dan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab.

"Kita baru saja menenetapkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan," ungkap Ridwan Hadi. (trw/trw)