Keterangan Saksi Adiguna Tidak Diberitakan Tepat oleh Media

Keterangan Saksi Adiguna Tidak Diberitakan Tepat oleh Media

- detikNews
Sabtu, 02 Apr 2005 20:21 WIB
Jakarta - Keterangan saksi kasus Adiguna tidak diberitakan secara tepat oleh media. Pemberitaan pun berbeda antara satu media dengan media lainnya.Kegelisahan ini disampaikan kuasa hukum Adiguna Sutowo, M Assegaf, saat konferensi pers di Hotel Hilton, Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (2/4/2005)."Ada media yang menulis 4 orang saksi melihat langsung Adiguna menembak sedangkan di media lainnya menulis dari 4 orang saksi hanya satu saksi yang melihat lainnya tidak, dengan pemberitaan yang berbeda terdakwa merasa disudutkan," sesal Assegaf yang juga kuasa hukum mantan Dirut Garuda Indra Setiawan.Menurut Assegaf di persidangan kemarin ada satu kesaksian yang penuh misteri. Kesaksian ini menurutnya patut dicermati oleh pengadilan."Saksi Wener Sarpina atau Wewen mengatakan bahwa malam itu dirinya datang ke bar Fluid pada tengah malam. Setelah mendengar tembakan, dalam hitungan detik ada seseorang menyerahkan pistol ketangannya," jelas Assegaf.Dalam keadaan panik menurut Assegaf biasanya secara spontan pistol langsung dibuang, diserahkan pada sekuriti atau polisi. "Kenyataannya malah membawa pistol kerumah selama 5 hari, artinya ia memelihara rasa kepanikan dalam 5 hari. Wajar jika menimbulkan pertanyaan, sebetulnya sejak hari pertama pistol itu bisa langsung diserahkan kepada yang berwajib, tegas Assegaf.Assegaf merasa aneh ketika polisi menggeledah kamar 1564. Polisi menemukan kaos, handuk berlumuran darah. Sore harinya pemeriksaan diulang dan diberi police line namun tidak ada saksi disana, bahkan keamanan Hilton tidak menjadi saksi karena tidak diperbolehkan masuk."Ini yang menarik untuk dicermati dan beralasan untuk dipertanyakan apakah itu benar," ungkap Assegaf.Lebih lanjut Assegaf menyatakan bahwa di kamar mandi Hotel Hilton ditemukan 19 butir peluru. Menurutnya tidak ada petugas keamanan hilton menyaksikan hal itu."Petugas keamanan hanya disuruh melihat, setelah 19 peluru diletakkan diatas meja," ucapnya.Dalam dokumen polisi berita acara penggeledahan kamar hilton 1564 ditemukan satu seragam kerja abu-abu bernoda darah, satu kaos lengan panjang abu-abu, kunci, 4 buah handuk, sebutir peluru proyektil dari tubuh korban, inilah yang menjadi pertanyaan apakah mungkin peluru dalam tubuh korban berhasil ditemukan saat menggeledah. "Hal-hal inilah yang terungkap di persidangan namun tidak diangkat teman-teman yang muncul hanyalah ada saksi yang melakukan penembakan," demikian M Assegaf. (ism/)


Berita Terkait