"Pertama intelijen, kita melakukan penghimpunan keterangan yang dilakukan dengan komunikasi dan monitoring terhadap beberapa media," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016).
Langkah kedua yang dilakukan adalah mengintensifkan komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus parpol. Polisi juga menempatkan personel untuk mengawal pasangan calon kepala daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal pemetaan daerah rawan konflik, Polri mengkaji pola pengamanan yang harus disiapkan. Polri menurut dia, sudah memiliki kriteria untuk menentukan 'status' daerah rawan konflik yang diantisipasi dengan pola pengamanan berbeda.
"Kita menentukan pola pertahanan. Mana yang harus terbuka, atau tertutup sebagaian, atau dengan full kekuatan," kata Martinus.
Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar memastikan pengamanan Pilkada serentak di 101 wilayah. Ada total 71.983 personel yang disiagakan. Irjen Boy mengatakan pengamanan Pilkada serentak juga akan melibatkan unsur personel TNI dan Linmas.
Selain 71.983 personel, 5.410 personel Brimob Mabes Polri juga disiapkan untuk personel perbantuan atau BKO (bawah kendali operasi). Pola pengamanan di setiap tempat pemungutan suara (TPS) adalah 2 personel polisi, 2 linmas untuk 1 TPS.
(fdn/fdn)











































