DetikNews
Senin 24 Oktober 2016, 15:58 WIB

Polisi Tembak Perampok yang Bacok Pemilik Toko HP di Teluk Gong

Nugroho Tri Laksono, - detikNews
Polisi Tembak Perampok yang Bacok Pemilik Toko HP di Teluk Gong Foto: Nugroho Tri Laksono
Jakarta - Setelah beberapa kali melakukan pencurian disertai tindakan kekerasan di wilayah Jakarta Utara, akhirnya AF (30) dan SF (33) ditangkap Unit Reskrim Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Kedua pelaku merupakan kawanan sindikat perampok spesialis toko yang tak segan melukai korbannya.

Penangkapan AF dan SF ini dilakukan setelah keduanya merampok toko handphone milik Liliana (55) di Jalan Teluk Gong, Pejagalan, Jakarta Utara.

Menurut Kapolsek Penjaringan, Kompol Bismo Teguh kejadian tersebut terjadi pada Jumat (14/10) saat pemilik toko handpone, Liliana hendak menutup tokonya sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu kedua pelaku langsung mencoba menodongkan sebilah celurit ke korban. Karena melawan, lanjut Bismo salah seorang pelaku yakni AF membacok punggung hingga tembus ke bagian Jantung korban. Usai melihat korban tak berdaya, keduanya langsung merangsek masuk ke dalam toko dan menjarah beberapa unit handpone termasuk beberapa unit Iphone 7.

"2 pelaku kami tangkap, pelaku berinisial AF kami tembak bagian kaki karena melawan. Sementara 2 pelaku lainnya yang juga sebagai penadah masih dalam pengejaran," ujar Bismo kepada wartawan di Halaman Polsek Penjaringan, Jl Pluit Selatan Raya, Penjaringan Jakarta Utara, Senin (24/10/2016).

Bismo menjelaskan, pelaku AF sempat memilih kabur saat Tim Unit Reskrim Polsek Penjaringan pimpinan AKP Rahmad Sujatmiko menyergapnya. Akhirnya pelaku AF menyerah setelah dua butir timah panas bersarang di kakinya.

"Kami lumpuhkan dengan tembakan terukur di kedua kakinya, pelaku berhasil kami tangkap karena mencoba melawan petugas," imbuhnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 5 unit HP, 1 dus box HP, kunci leter T, senjata tajam berupa celurit, selain itu tas dan pakaian korban juga ikut diamankan.

Dalam pengakuannya, para pelaku sudah melakukan aksinya lebih dari 5 di wilayah Jakarta Utara. Hasil kejahatan yang telah dilakukan langsung dijual ke 2 penadah yang kini masih buron. Sedangkan uangnya untuk membayar kebutuhan hidupnya. Keduanya terjerat Pasal 365 Kuhp ayat 3 dan 4 tentang pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.
(fjp/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed