Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menjelaskan, Omen berbonceng tiga di sepeda motor melintas di Jalan Raya inspeksi Kalimalang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (22/10) sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka dalam perjalanan hendak menonton laga Persib Bandung versus Persegres Gresik United di Stadion Wibawa Mukti.
Saat melintas di lokasi tersebut, ada segerombolan anak muda yang sedang berkumpul menghadang. Omen dan rekan-rekannya dilempari oleh para pelaku.
"Korban bersama teman-temannya merasa panik karena sebagian anak-anak muda tersebut yang berjumlah sekira 30 orang melempar helm dan batu ke arah korban sehingga motor oleng (tidak stabil) karena korban satu motor bertiga," kata Awi dalam keterangannya yang diterima detikcom, Senin (24/10/2016).
Omen lalu terjatuh dengan posisi kaki kiri tersangkut di sepeda motor. Rekan Omen berusaha memegangi kaki Omen yang tersangkut itu karena para pelaku yang merupakan suporter dari klub sepakbola lainnya ini masih melakukan pengejaran dan pelemparan.
"Korban jatuh dengan posisi kaki kiri dalam keadaan tersangkut di sepeda motor namun dipegangi oleh saksi 2 sehingga kepala korban terseret di aspal sekitar 7 meter," kata Awi.
"Lalu saksi 1 dan 2 berhenti meminta bantuan kepada teman-temannya dan menaikkan korban. Lalu korban bersama teman-temannya berhenti di Pos pintu X Jababeka untuk meminta pertolongan security Jababeka dan korban dilarikan ke RS Harapan Keluarga," ujar Awi.
Namun sayangnya, nyawa Omen tidak tertolong karena luka-luka yang dideritanya. "Luka robek pada pipi sebelah kanan, luka memar pada kepala bagian belakang, luka lecet pada tangan kanan dan kiri, luka pada kedua kaki kanan dan kiri," jelas Awi.
"Polisi juga telah membawa korban ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi. Hasil autopsi korban meninggal akibat kekerasan tumpul di kepala sebelah kiri sehingga mengakibatkan memar batang otak," sambungnya.
Sebelumnya pihak organisasi supporter Persib Bandung, Viking Cikarang Barat, menyampaikan versi berbeda. Menurut mereka, Omen dilempari puluhan pelaku dengan batu dan helm terjatuh dan kakinya tersangkut. Korban sempat terseret motor sejauh 7 meter sebelum akhirnya terlepas dan dikeroyok para pelaku menggunakan tangan kosong, batu dan juga senjata tajam.
Polisi telah meringkus 8 orang remaja yang diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap Omen. Mereka adalah MI (17), R (17), DA (16), MZ (16), GBK (16), (MTP), AR (18) dan MF (17). Mereka semua saat ini masih diperiksa intensif di Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan.
"Kedelapan orang yang diamankan merupakan pendukung JakMania dan sekarang masih dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan," jelas Awi.
Omen, warga Desa Telaga Asih, Kampung Babakan, Cikarang Barat, ini telah dimakamkan kemarin, Minggu (24/10/2016).
(hri/fjp)











































