Polisi: Pengeroyok Omen Pendukung Persib Pakai Atribut Suporter, Masih Remaja

Polisi: Pengeroyok Omen Pendukung Persib Pakai Atribut Suporter, Masih Remaja

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 24 Okt 2016 12:46 WIB
Polisi: Pengeroyok Omen Pendukung Persib Pakai Atribut Suporter, Masih Remaja
Foto: Omen alias Muhammad Rovi Arrahman (Istimewa)
Jakarta - Polisi masih mencari para pengeyorok Omen, suporter Persib Bandung yang tewas dikeroyok di Cikarang, Bekasi. Pengeroyok Omen memakai atribut suporter tertentu.

"Diduga pelakunya suporter, yang jelas mereka pakai atribut suporter," ujar Kapolres Bekasi Kabupaten Kombes Awal Chaeruddin dikonfirmasi, Senin (24/10/2016).

Namun Awal tak menjelaskan lebih lanjut mengenai atribut suporter kelompok pengeroyok tersebut. Dia saat ini tengah fokus mencari pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku masih kami cari. Pelakunya masih remaja," ujar Awal.

Baca Juga: Ramai di Sosmed Soal Insiden Pengeroyokan Suporter Persib

Omen yang bernama lengkap Muhammad Rovi Arrahman (17) ini dimakamkan pada Minggu (24/10) kemarin. Sebelumnya dia dikeroyok saat hendak menyaksikan laga Persib Bandung versus Persegres Gresik United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Sabtu (22/10) lalu.

Saat itu korban berbonceng tiga dengan temannya menggunakan motor. Saat melintas di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Cikarang Selatan, Jawa Barat, mereka dihadang oleh puluhan orang yang diduga dari suporter klub sepakbola lainnya.

Anggota Viking Cikarang Barat Aziz Abdul R menceritakan, Omen dan 2 orang rekannya dilempari dengan batu dan helm. Omen yang dibonceng paling belakang terjatuh, namun kakinya masih tersangkut di motor.

"Dia sempat terseret motor sekitar 7 meteran," kata Aziz saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (24/10/2016) siang.

Kaki Omen kemudian terlepas dari motor. Dia kemudian dikeroyok oleh para pelaku secara brutal menggunakan tangan, batu, benda tumpul dan senjata tajam. Dua rekan Omen pergi menyelamatkan diri.

Menurut Aziz, pengeroyokan terhadap Omen berhenti ketika warga sekitar datang dan membubarkan para pelaku. Omen saat itu kritis dan dibawa rekan-rekannya ke klinik dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Namun sayang, nyawa Omen tidak tertolong.


(fjp/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini