"Mobil nggak bisa masuk dari kemarin, lumpuh (akses keluar masuk perumahan, red)," ujar Fitri (38) di lokasi, Jl Jatimelati, Pondok Melati, Senin (24/10/2016).
Tertutupnya akses jalan membuat warga harus memarkirkan mobilnya di rumah. Mereka memilih menggunakan angkutan umum. Tapi bagi pemilik motor, pengendara masih bisa mencari jalan alternatif melalui gang sebelum bentangan garis polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ibnu Hariyanto-detikcomGaris polisi membentang di jalan akses perumahan Oma Regency akibat puing reruntuhan ledakan PHD, Bekasi, Senin (24/10/2016) |
Warga lainnya, Era (41) berharap polisi segera mengevakuasi puing-puing reruntuhan akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 06.40 WIB. Ledakan kuat diduga dari tabung gas 50 kg ikut merusak ruko PT. WKU Ekspress milik Adilla dan Alfamidi yang berada tepat di samping Gerai PHD.
"Polisi segera menyelesaikan evakuasi ini lah. Tadi anak-anak sekolah saja saya antar ke depan dulu," ujar Era yang memilih bekerja dari rumah.
Kapolsek Pondok Gede, Kompol Sukadi sebelumnya mengatakan sudah ada 11 orang yang diperiksa. Mereka di antaranya penghuni rumah yang berada di belakang gerai, karyawan PHD termasuk pegawai Alfamidi.
"Sampai saat ini masih belum ada (kelalaian). Dari karyawan yang semalam dimintai keterangan itu masih menjawab sesuai prosedur operasional yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut," kata Sukadi.
General Manager (GM) PHD Andrias Chandra mengatakan pihaknya sudah memastikan standar keamanan di gerainya. Tidak ada prosedur yang dilanggar.
Pihak PHD juga bertanggungjawab menanggung biaya perawatan medik bagi tiga orang luka, satu di antaranya dirujuk ke RS Polri. Selain itu dilakukan juga pendataan menyeluruh atas kerusakan bangunan yang ada untuk memudahkan pembayaran ganti rugi.
"Untuk ganti rugi kita masih tunggu dari kepolisian, baru kita bisa realisasikan," ujar Andrias, Minggu (23/10). (fdn/fjp)











































Foto: Ibnu Hariyanto-detikcom