Chinook Jadi Hiburan Gratis Korban Gempa Nias

Chinook Jadi Hiburan Gratis Korban Gempa Nias

- detikNews
Sabtu, 02 Apr 2005 17:04 WIB
Gunung Sitoli - Helikopter Chinook milik pemerintah Singapura yang diterjunkan ke Gunung Sitoli, Nias, menjadi pelipur lara bagi ratusan korban gempa yang sebagian besar belum pernah melihat wujud heli tersebut secara nyata."Aku senang bisa lihat helikopter. Aku tak pernah lihat heli," ungkap Abiragi Zalukhu polos.Bocah laki-laki berusia 12 tahun ini mengaku sejak terjadinya gempa berkekuatan 8,2 skala richter pada 28 Maret 2005 belum masuk sekolah lagi, sehingga sehari-hari dia lebih senang nongkrong di lapangan bola Jalan Pelita, Gunung Sitoli, Nias, yang kini dijadikan landasan helikopter (helipad).Tidak hanya Chinook saja, puluhan helikopter milik TNI AD, AU, kepolisian, pemerintah AS dan Malaysia (Mercy MRY) yang membawa bantuan juga bersandar di lapangan tersebut.Lapangan bola ini memang disulap menjadi helipad karena jarak tempuh ke pusat kota lebih singkat, hanya 1 Km. Sementara, bandar udara Binaka yang juga menjadi pusat pendaratan bantuan, dianggap terlalu jauh dari pusat kota, yakni sekitar 20 Km.Sebelumnya, lapangan Pelita ini dipagari dengan pagar tembok setinggi 2 meter. Namun akibat gempa, 80 persen dari tembok tersebut runtuh, sehingga lapangan itu kini lebih terbuka. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menonton heli-heli yang akan mendarat atau terbang.Bahkan, meski dilarang mereka tetap melesak ke lapangan hanya untuk sekedar memegang bodi heli, entah ekornya atau pun badannya.Hampir 300-500 warga setempat sejak terjadinya gempa setiap hari berkumpul di lapangan ini hanya untuk melihat aktivitas heli-heli tersebut. Namun dari puluhan heli itu, Chinook-lah yang paling menarik buat mereka. Meski, heli berbaling-baling dua ini saat akan mendarat atau terbang menghembuskan angin kencang dengan jarak cukup jauh, mereka tidak peduli. Selain dijadikan helipad, sekitar 100 meter dari tempat pendaratan heli itu juga didirikan posko kesehatan yang dikelola relawan dari Singapura. Didirikannya posko tersebut untuk mempermudah pengalihan pasien jika harus dirawat di luar Gunung Sitoli, seperti Medan dan Sibolga. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini