Berdasarkan foto yang diperoleh detikcom, sebuah kaleng makanan (sarden) tergeletak di lokasi ledakan. Ada sumbu yang masih terlihat pada kaleng sarden tersebut. Bahan peledak tersebut menggunakan sumbu yang harus dibakar. Namun belum sempat meledak.
Petugas polisi dan Brimob turun ke lokasi tak lama setelah ledakan terjadi. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi bersama tim penjinak bom Brimob Jeulikat, petugas menemukan dua jenis bom rakitan bersifat low eksplosif di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua orang diduga pelaku meletakkan benda diduga bom pada lubang tersebut dan kemudian diledakkan untuk memperbesar lubang. Tujuannya, diduga untuk melarikan diri. Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (23/10/2016) siang tadi.
Kedua orang diduga pelaku bernama Fauzi dan Tarmizi mengalami luka-luka. Telapak tangan Fauzi putus sementara Tarmizi kena serpihan. Badan keduanya berlumuran darah. Tak lama setelah kejadian, kedua napi kasus sabu tersebut diboyong ke rumah sakit dengan pengawalan polisi.
"Di lokasi sudah dipasang garis polisi, dan barang bukti sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan kepada detikcom.
(Hbb/Hbb)










































