Upaya identifikasi ini akan dilanjutkan Senin (24/10) pagi. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri tidak ingin mengambil risiko karena TKP masih dalam status bahaya.
"(Identifikasi) dilanjutkan besok, pukul 09.00 WIB. Karena situasi masih bahaya. Di lokasi sudah gelap dan masih ada bau gas," ujar Pemeriksa Forensik Bahan Peledak Puslabfor Mabes Polri, AKP Heriyandi ketika dikonfirmasi, Minggu (23/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Police line itu dipasang mengelilingi tempat kejadian perkara (TKP) di Jl Raya Hankam, Pondok Melati, Bekasi. Meski demikian, warga masih ramai datang ke TKP untuk melihat-lihat. Namun, petugas masih berjaga agar warga tidak melewati police line tersebut.
Sore tadi, seorang anggota dari Unit Identifikasi dan Olah TKP Polresta Bekasi Kota sudah membawa satu pipa yang berasal dari dapur PHD. Ia mengatakan masih ada benda lain yang harus diambil. Hanya saja, karena TKP masih berbau gas, hal tersebut tidak dilanjutkan hari ini.
"Kita baru ambil satu. Yang kita cari adalah tabung gasnya. Tapi di sana masih bau. Makanya kita mundur lagi," kata petugas tersebut.
Beberapa bangunan yang terkena dampak ledakan pun ditutup menggunakan terpal. Bangunan tersebut antara lain ialah bangunan ruko PT. WKU Ekspress milik Adilla dan Alfamidi yang berada tepat di samping Gerai PHD Pondok Melati. (jbr/Hbb)











































