Ia mengatakan langsung menghubungi Dirjen yang bertanggungjawab atas kesehatan hewan begitu mendengar kabar saat itu. Awalnya Dirjen tersebut mengatakan tidak mendapatkan tiket pesawat, tetapi Amran mengatakan harus malam itu juga berangkat dan memberikan obat-obatan.
"Rabies kami tengah malam telepon pak Dirjen, dia bilang pak nggak ada (pesawat), lalu saya bilang harus dapat malam ini juga mau pakai pesawat atau kapal atau yang lain, lalu pada malamnya dia dapat pesawat langsung bawa obat-obatan," kata Amran, usai acara pengukuhan Gerbang Tani PKB, Kabupaten Singkawang, Kalbar, Minggu (23/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rabies ada 23 orang meninggal. Ke depan, dorong programnya meski anggarannya terbatas," kata Daniel secara terpisah.
Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan anjing-anjing warga harus diperiksa agar tidak terjadi kejadian serupa. Ia berpesan kalau tidak sehat lebih baik dibinasakan daripada menelan korban.
"Tolong anjing-anjing diperiksa, kalau nggak sehat, bunuh saja, dikubur atau dibakar, jangan dimakan. Ada virus rabies, lapor Menteri Pertanian, Menteri Kesahatan, mudah-mudahan bisa bebas rabies. Kalau sudah digigit dan virus ke badan sudah susah diobati," ujar Cornelis. (rvk/rvk)











































