Pernyataan tersebut disampaikan Nusron lewat akun Twitter pribadinya @NusronWahid1 seperti dilihat detikcom, Minggu (23/10/2016) pagi.
Cuitan Nusron ini masih terkait dengan persoalan Surat Al Maidah ayat 51 yang sempat membuat Ahok dihujani kecaman dari berbagai pihak. Dia mengkritisi soal tafsir surat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Nusron Wahid: Saya Dituduh Munafik dan Melindungi Kafir, Rapopo!
"Pendapat ulama itu tidak tunggal. Pendapat MUI belum tentu sama dengan ulama sepuh, termasuk dalam Surat Al Maidah. MUI beda dengan guru-guru saya," sambungnya.
Nusron mengatakan, Indonesia adalah negara yang damai. Dia tidak ingin ada orang yang menempatkan Ahok sebagai musuh. Semua rakyat Indonesia adalah saudara berdasarkan Pancasila.
Baca juga: MUI: Kami Bertugas Jaga Umat dari Pemikiran yang Keliru
"Ahok itu juga lahir di tanah yang sama, makan dan minum di tanah dan sumber yang sama: Indonesia negeri damai berdasar Pancasila. Karena damai berarti saudara kita. Karena Pancasila dia punya hak yang sama dengan kita. Kenapa kita ingin perang di negeri damai?," tulis Nusron mempertanyakan.
"Bagi yang enggak suka dengan Ahok silakan enggak usah dipilih. Tapi jangan paksakan tafsir dengan kebenaran tunggal," ucapnya.
Rangkaian kicauan Nusron di Twitter ini mendapatkan tanggapan beragam dari sejumlah pihak.
Baca juga: MUI Nyatakan Sikap Soal Ucapan Ahok Terkait Al Maidah 51, ini Isinya (hri/hri)











































