Anies Lantik Pengurus KAHMI Jakarta, Sylviana Murni Tidak Hadir

Anies Lantik Pengurus KAHMI Jakarta, Sylviana Murni Tidak Hadir

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Sabtu, 22 Okt 2016 23:26 WIB
Anies Lantik Pengurus KAHMI Jakarta, Sylviana Murni Tidak Hadir
Foto: Anies Baswedan melantik Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya periode 2016-2021 (Fida/detikcom)
Jakarta - Presidium KAHMI Nasional yang juga bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta Raya (KAHMI JAYA) periode 2016-2021. Sylviana Murni yang jadi salah satu presidium KAHMI Jaya tidak hadir.

Acara pelantikan digelar di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016). Presidium KAHMI Jakarta Raya yang dilantik adalah Mohammad Taufik (Ketua/Koordinator Presidium), Anthony Hilman (Ketua Harian), Sylviana Murni
Hery Hermansyah dan Firman Yusak.

Menariknya, Sylviana Murni adalah bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sedangkan yang melantik adalah pesaingnya, Anies Baswedan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Sylviana ternyata tidak hadir dalam acara ini. Saat namanya dipanggil ke panggung, dirinya tidak muncul. Pelantikan pun dilakukan Anies.

Dalam sambutannya di podium, Anies menyinggung soal sosok Sylviana Murni yang jadi rivalnya di Pilgub DKI Jakarta 2017 meski sama-sama anggota KAHMI. "Secara kebetulan salah satu yang dilantik di sini adalah Bu Sylviana Murni," ujarnya.

Anies mengatakan, dirinya ingin KAHMI, khususnya KAHMI Jakarta Raya, tetap menjaga solidaritas. Dirinya mengatakan, perbedaan pilihan politik di Pilgub DKI Jakarta 2017 bukan alasan untuk bermusuhan.

"Saya ingin KAHMI menjaga demokrasi yang baik. Bisa saja berbeda pilihan. Di KAHMI sikap kenegarawanan itu biasa. Saya percaya KAHMI bisa menjadi contoh mengelola Indonesia. Mari kita tularkan kemampuan itu, bahwa perbedaan tak perlu mengakibatkan perpecahan," ujar Anies.

"Pilkada lima tahun sekali, persaudaraan harus tetap ada terus. Kita harus punya kesadaran untuk sama-sama menjaganya. Penting untuk menjaga peradaban," pungkasnya. (hri/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini