DetikNews
Sabtu 22 Oktober 2016, 18:34 WIB

2 Tahun Jokowi-JK, Fadli Zon Tulis Puisi 'Dua Tahun Berjalan Sudah'

Indah Mutiara Kami - detikNews
2 Tahun Jokowi-JK, Fadli Zon Tulis Puisi Dua Tahun Berjalan Sudah Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Foto: Muhammad Ridho/detikcom
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon sudah beberapa kali menyoroti kondisi negara lewat puisi. Dalam momen 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK, Fadli pun mempublikasikan puisi barunya.

Puisi yang berjudul 'Dua Tahun Berjalan Sudah' disampaikan kepada wartawan, Sabtu (22/10/2016) dan juga sudah dipublikasikan Fadli lewat akun Twitter-nya. Lewat puisi, Waketum Gerindra tersebut mengulas kondisi 2 tahun pemerintahan yang dinilai belum banyak berhasil.

"Pemerintahan Pak Jokowi selama 2 tahun ini belum banyak hasilnya dibanding yang dijanjikan dan ekspektasi yang begitu besar," kata Fadli saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Rabu (19/10) lalu.

Ketika itu Fadli membacakan sajak tentang 2 tahun Jokowi-JK. Fadli lalu memilih sajak lamanya yang ditulis tahun 2014 dengan judul 'Raisopopo'.

Sajak itu pun dibalas Politikus PDIP Eva Sundari dengan sajak 'Raisopopo Mung Kerjo'. Kini setelah beberapa hari lewat, refleksi atas 2 tahun Jokowi-JK mengilhami Fadli untuk membuat puisi baru.


DUA TAHUN BERJALAN SUDAH

dua tahun berjalan sudah
hidup semakin susah
harga-harga melambung tinggi
lumpuh sudah daya beli
rakyat diwarisi gunungan utang luar negeri

dua tahun berjalan sudah
cari kerja semakin payah
pengangguran dimana-mana
buruh Cina merajalela
buruh kita tetap merana
petani rugi panen nestapa
nelayan tak bisa jual tangkapannya
pedagang kali lima dikejar aparat pamong praja

dua tahun berjalan sudah
kemiskinan semakin parah
yang kaya tambah perkasa
yang melarat jatuh sekarat
tangan-tangan besi tirani
menggusur penduduk asli

dua tahun berjalan sudah
hukum menjelma alat kuasa
mengabdi tunduk pada Istana
pisaunya berdarah membelah ke bawah
ketidakadilan menjadi fenomena

dua tahun berjalan sudah
Indonesia semakin lemah
impor pangan terus melimpah
mulai beras, gula, jagung, daging, garam, hingga limbah
sementara
partai politik dibelah
di ujung timur diambang pecah
kemunafikan terus mewabah

dua tahun berjalan sudah
pencitraan yang kau buat memang hebat
luar biasa dahsyat
tapi lihat
negeri tetangga melaju pesat
kita serasa jalan di tempat

Jakarta, 21 Oktober 2016
(imk/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed