Ada 6 poin kesepakatan yang diminta oleh FSJ dan ditandatangani oleh Sandiaga. Yakni memberikan kepedulian dan perhatian yang besar terhadap santri guru dan pesantren beserta sarana prasarana, menciptakan Jakarta dan warganya yang lebih manusiawi berkarakter dan beretika dan memberikan kepedulian dan perhatian yang besar terhadap kegiatan keagamaan serta rumah ibadah.
Selain itu, Anies-Sandi juga diminta meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, tegas dalam memberantas narkoba, miras, prostitusi, kejahatan terhadap wanita dan anak serta menghidupkan kegiatan Islam di instansi pemerintah yang saat ini dihapuskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bartanius Dony/detikcom |
Sandi mengaku tak keberatan dan siap mewujudkan komitmen tersebut jika memenangkan Pilgub DKI 2017 nanti. Bagi pria berusia 47 tahun ini, dirinya juga dekat dengan kehidupan santri. Sandi mengaku, nama tengahnya, yakni Salahuddin diambil dari nama Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Kehidupan sehari-hari Sandi dan saudara-saudaranya juga erat dengan budaya santri. Sebab saat masih kuliah, ibunya mengambil skripsi tentang santri yang kemudian diterapkan untuk mendidik anak-anaknya.
"Kita harus mengingat terus kepada para santri yang mengawal kemerdekaan Indonesia. Tentang salam bersama, 5 jari ini menunjukkan bahwa kita memiliki Pancasila. Banyak juga yang mengartikan rukun Islam ada lima," terangnya.
Sandi juga menegaskan komitmen keterbukaan yang akan dilakukan Anies-Sandi. Menurutnya, hal ini terbukti dengan langkahnya membuka dana kampanye.
"Oktober ini memperingati satu tahun saya turun ke Jakarta, bahwa masyarakat Jakarta menginginkan pemimpin yang baru. Kita sudah melihat bagaimana komit Anies-Sandi terhadap anti korupsi, terhadap keterbukaan," tuturnya. (khf/tor)












































Foto: Bartanius Dony/detikcom