"Kenapa hal ini saya lakukan di hadapan keluarga pegawai juga karena kalau bapaknya oke, kami semuanya oke. Jangan sampai bapaknya oke, istrinya belum," kata Pudji dalam sambutannya di hadapan para pegawai bersama keluarganya, Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji memberikan contohnya dirinya kepada para pegawai. "Contoh istri saya, sudah dikasih gaji bahkan sampai ULP (uang lauk pauk), saya sudah kasih semua. Tapi masih minta yang lain. Waktu itu, minta tas bermerek. Waduh, pikir saya sudah gaji segitu nggak cukup. Akhirnya saya pergi ke kantor dan pulangnya saya kasih tas yaitu tas merek sendiri yang saya tulis pakai spidol.Jadi yang seperti ini tidak boleh ya," kata Pudji yang disambut tawa anak buah dan keluarganya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pudji berpesan agar para pegawainya untuk nikmati rejeki yang telah diberikan. "Jangan ibu bujuk-bujuk bapaknya, akhir bapak bingung dan melakukan hal negatif. Oleh karena itu mari nikmati rejeki yang ada, kita syukuri itu semua karena rejeki tidak akan ke mana-mana," imbaunya.
Pudji mengajak para pegawai berserta keluargannya melakukan evaluasi dan pembenahan diri serta perubahan terhadap budaya negatif ini.
"Jangan macam-macam, kita harus stop pungli. Mari evaluasi diri dengan melakukan kegiatan berkarya dan inovasi. Ke depan harus lebih baik makanya kita semuaharus berani lakukan perubahan," kata Pudji. (ed/aan)











































