Ramai PSK Maroko di Indonesia, Efek Kebijakan Bebas Visa?

Ramai PSK Maroko di Indonesia, Efek Kebijakan Bebas Visa?

Idham Kholid - detikNews
Sabtu, 22 Okt 2016 11:09 WIB
Ramai PSK Maroko di Indonesia, Efek Kebijakan Bebas Visa?
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kantor Imigrasi Jakarta Pusat mencokok 17 WNA Maroko yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) di sebuah klub malam. Sebelumnya, PSK asal WNA juga pernah terjaring di lokasi lainya seperti Puncak Bogor, Jawa Barat.

Kenapa banyak WNA jadi PSK di Indonesia?

"Masih dalam pemeriksaan, apakah ini efek dari bebas visa atau ada unsur-unsur lain, masih didalami," Kepala Humas Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Heru Santoso dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (22/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru mengatakan, jadi fokus Imigrasi dalam kasus ini merupakan soal penyalahgunaan visa. Yang sedianya visa kunjungan, namun digunakan untuk jadi PSK maupun kegiatan lainnya.

Lalu, apakah kebijakan bebas visa harus dievaluasi? "Itu kan salah satu bahan masukan kami ke pemerintah. Tidak hanya masalah PSK saja, banyak kan," urainya.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat mencocok 17 WNA asal Maroko pada Jumat (21/10/2016) pukul 01.30 WIB dini hari. Para WNA perempuan itu melakukan praktik prostitusi di sebuah tempat hiburan malam yang berada di bilangan Senayan. (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads