"Saya takut dan khawatir dengan keselamatan anak saya itu," kata ibunda Silvi, Rusmiati kepada detikcom di rumahnya Jl Manyar 2 Jember, Jumat (21/10/2016).
Rusmiati menjelaskan puterinya Silvi masih kuliah semester 9 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Unej.
Pada 27 September lalu, Silvi pamit membeli mi di salah satu warung tak jauh dari rumahnya. Kala itu Silvi memakai baju atasan merah muda dan jilbab biru. Namun ditunggu hingga larut malam Silvi tak kunjung pulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa takut dan khawatir mulai dirasakan Rusmiati apalagi hingga keesokan harinya Silvi belum pulang juga. Bahkan HP-nya sudah tak bisa dihubungi lagi.
"Pertama saya cari dan tanya rumah famili, tapi mereka mengaku tidak tahu. Semua teman-teman kuliahnya sudah saya tanya, tapi mereka mengaku tidak tahu," kata Rusmiati.
Foto: Yakub Mulyono |
Sebelum menghilang, Rusmiati melihat ada perubahan pada gelagat anaknya itu. "Silvi anaknya memang pendiam. Tapi sebelum menghilang, dia kaya orang galau, kaya ada sesuatu yang dipikirkan. Tapi saya sendiri mau nanya itu enggan," kata Rusmiati didampingi suaminya Sutoyo.
Beberapa waktu lalu, Rusmiati sempat mendapat kabar jika Silvi sempat menghubungi kerabatnya. Saat itu, Silvi menanyakan kabar Rusmiati.
"Kata saudara saya itu Silvi suaranya seperti orang tertekan dan terburu-buru, setelah itu HP-nya langsung mati. Saya hubungi lagi sudah nggak bisa," ujar Rusmiati sambil meneteskan air mata.
Dengan suara bergetar dia mengaku khawatir puterinya disekap dan menjadi korban perdagangan wanita. Akhirnya tanggal 14 Oktober lalu, Rusmiati melaporkan hilangnya Silvi itu ke Polres Jember. Namun sampai dengan saat ini, Silvi belum jelas keberadaannya.
Bagi masyarakat yang merasa melihat Silvi, Rusmiati meminta untuk segera mengabari atau melapor ke Polsek terdekat. Adapun ciri-ciri Silvi, tinggi sekitar 160 sentimeter, kulit kuning langsat, mata bulat dan wajah lonjong.
"Saya hanya berharap kondisi anak saya itu baik-baik saja dan mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," harap Rusmiati.
(ams/rjo)












































Foto: Yakub Mulyono