Amien Diminta Tak Tinggalkan PAN
Sabtu, 02 Apr 2005 13:54 WIB
Bandung - Ketua Umum PAN Amien Rais diminta tidak meninggalkan PAN sepenuhnya. Pemikirandan sense Amien masih dianggap penting untuk PAN saat ini. Apalagi, saat ini belum ada kader yang menyamai kemampuan Amien Rais dalam mengelola partai secara serius. Hal ini dikatakan Ketua Umum DPW PAN Jawa Barat Cecep Rukmana kepada detikcom di Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Bandung, Sabtu (2/4/2005). Dikatakan Cecep, sosok Amien Rais masih bisa memberikan warna yang lebih pada PAN, termasuk pada tatanan politik nasional."Kita inginnya begitu. Sekarang masih keras, apakah Amien Rais masih terlibat atau tidak," kata Cecep Rukmana. Saat ini, menurutnya, perdebatan mengenai keterlibatan Amien Rais ke depan terus memanas. Apalagi setelah DPP PAN tidak memasukkan nama Amien Rais ke dalam formatur partai. Kebijakan DPP PAN Pusat itu dinilai terjadi karena adanya konspirasi. "Langkah itu tidak bijak. Saat ini, Amien Rais penting untuk menjaga partai," katanya. Disampaikan Cecep, keputusan DPP PAN Pusat tersebut telah memancing reaksi keras dari sejumlah DPD dan DPW PAN, DPD PAN Jawa Barat. Pasalnya, keputusan tersebut dianggap tidak menghargai kinerja Amien Rais selama mengurus PAN. Karena itu, DPD PAN Jawa Barat meminta kepada DPP PAN Pusat untuk kembali memasukan nama Amien Rais ke dalam formatur PAN."Saya tidak punya analisis kalau Amin Rais akan mengurusi Muhammadiyah. Memang betul Muhammadiyah memberi warna kepada PAN. Tapi PAN adalah partai yang inklusif, terbuka untuk siapa pun," kata Cecep.Saat ini, menurutnya, ada anggapan bahwa kader Muhammadiyah merasa dikecewakan oleh PAN. Hingga akhirnya memunculkan langkah lain untuk membetuk Partai Amanat Muhammadiyah (PAM). Langkah tersebut, menurutnya, tidak tepat. Cecep justru menyarankan agar kader-kader Muhammadiyah tetap bersaing dengan kelompok lainnya di PAN, misalnya dengan kader PII, HMI, LSM, dan profesional lainnya. "PAN jangan menjadi kecil ada atau tidaknya Amien Rais. Kita juga tidak ingin PAN diisi dengan orang-orang yang oportunitis," kata Cecep sambil mengingatkan bahwa kongres yang akan digelar 7-10 April 2005 nanti tidak hanya diisi dengan masalah pertarungan figur ketua umum saja, tapi juga masalah pembahasan platform PAN yang dianggap lebih subtansial.
(umi/)











































